AS Kerahkan 9.000 Personel ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Meningkat

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 12:37 WIB
AS Kerahkan 9.000 Personel ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Meningkat

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Amerika Serikat (AS) meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan sekitar 9.000 personel tambahan bersama sejumlah kapal perang. Pengerahan tersebut berpotensi membuat tiga kapal induk AS berada di kawasan tersebut pada akhir Oktober atau November 2026.

Dua kapal induk AS, USS George H.W. Bush dan USS George Washington, saat ini telah berada di Timur Tengah. Sementara itu, USS Theodore Roosevelt meninggalkan San Diego pada Minggu (27/9) untuk menjalani penugasan yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Pengerahan terbaru tersebut menjadi salah satu konsentrasi kekuatan angkatan laut AS yang besar di Timur Tengah. Langkah itu berlangsung ketika upaya diplomatik untuk meredakan konflik dengan Iran belum mencapai kesepakatan dan Presiden AS Donald Trump kembali membuka kemungkinan memperluas operasi militer terhadap Iran.

Ribuan Pelaut dan Marinir Dikerahkan

Kelompok kapal perang yang menuju Timur Tengah membawa lebih dari 7.000 pelaut dan sekitar 2.000 Marinir. Dengan tambahan personel AS yang telah berada di kawasan tersebut, jumlah pelaut dan Marinir dapat melampaui 20.000 orang dan didukung ratusan pesawat.

Pengerahan tersebut mencakup kelompok serang kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kelompok kesiapan amfibi USS Makin Island. Makin Island membawa personel Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai perkiraan, tiga kapal induk AS dapat berada di Timur Tengah pada akhir Oktober atau dalam periode berikutnya. Namun, laporan mengenai penempatan tersebut juga menyebut belum pasti apakah ketiganya akan berada di kawasan secara bersamaan dalam jangka panjang, karena pergerakan kapal induk berkaitan dengan rotasi penugasan.

Trump Kembali Bicara soal Iran

Peningkatan kekuatan militer AS berlangsung bersamaan dengan pernyataan Trump mengenai kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap Iran.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa indikasi awal dalam penyelidikan insiden penerbangan Flydubai menunjukkan kemungkinan adanya keterkaitan tersangka dengan Iran. Namun, dia menegaskan penyelidikan masih berlangsung.

Trump kemudian memperingatkan bahwa jika hubungan tersebut terbukti, Iran akan menghadapi respons militer yang keras.

Dalam wawancara dengan majalah Time yang diterbitkan Kamis, Trump juga menyebut kemungkinan meningkatkan kampanye pengeboman terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

Sebelumnya, Trump menolak proposal terbaru Iran terkait penghentian konflik. Dia mengatakan tawaran Teheran, termasuk pembukaan Selat Hormuz, belum memenuhi tuntutan AS.

Tekanan Ekonomi terhadap Iran

Selain memperkuat kehadiran militer, Washington juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Departemen Keuangan AS pada Kamis menjatuhkan sanksi baru terhadap sektor kereta api dan otomotif Iran serta sejumlah pemasok asingnya. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya AS meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Pengerahan militer dan perluasan sanksi tersebut berlangsung ketika ketegangan antara Washington dan Teheran masih tinggi.

Situasi Regional Ikut Memanas

Di sisi lain, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus berkembang.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan kelompok Houthi Yaman menargetkan stasiun distribusi listrik di Madinah. Serangan terhadap Madinah memicu kecaman karena kota tersebut merupakan salah satu lokasi paling suci dalam Islam.

Pada malam yang sama, ledakan juga terdengar di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi.

Rangkaian perkembangan tersebut menempatkan pengerahan tambahan militer AS dalam konteks konflik regional yang melibatkan Iran, Israel, kelompok Houthi, serta negara-negara Teluk.

Dengan USS Theodore Roosevelt yang sedang menuju kawasan, AS bersiap menambah kekuatan lautnya di Timur Tengah di tengah belum tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Iran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online