141.440 Ha Sawah Terancam Gagal Panen akibat Kekeringan
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.
Display produk genting untuk program Gentengnisasi Presiden Prabowo Subianto. /Bisnis-Desynta Nuraini\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Program Gentengisasi yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto resmi mulai dilaksanakan pemerintah. Sebanyak 500.000 keping genting tanah liat produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari sentra industri Plered, Purwakarta, Jawa Barat telah disalurkan untuk mendukung peningkatan kelayakan hunian, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan penyaluran tersebut menjadi bagian awal pelaksanaan Gerakan Gentengisasi. Program itu tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat bagi UMKM penghasil genteng.
"Gentengisasi ini merupakan arahan Presiden dan kita ingin program ini juga memberikan manfaat bagi UMKM genteng," tuturnya dalam keterangan resmi, Minggu (4/10/2026).
Genting yang telah disalurkan dipastikan memenuhi Berstandar Nasional (Standar Nasional Indonesia/SNI). Material tersebut selanjutnya dapat segera diaplikasikan pada rumah masyarakat yang masih menggunakan atap seng.
2,4 Juta Genting Disiapkan di Majalengka
Pelaksanaan program Gentengisasi akan berlanjut dalam skala lebih besar. Dalam waktu dekat, pemerintah membidik distribusi 2,4 juta keping genting di Kabupaten Majalengka yang dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026.
Penyaluran material atap rumah tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat. Pada saat yang sama, program diharapkan dapat membangkitkan kembali roda perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja di daerah sentra kerajinan.
Kabupaten Majalengka sebelumnya telah menyiapkan 2,4 juta genteng untuk program tersebut. Rencana distribusi itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menghubungkan kebutuhan material perumahan dengan kapasitas produksi pengrajin lokal.
13 Juta Rumah di Jawa Barat Disebut Sudah Pakai Genting
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan sekitar 13 juta rumah di Jawa Barat atau sekitar 87% telah menggunakan genting sebagai material atap. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 13% rumah di Jawa Barat yang menggunakan material atap lainnya.
Tito menegaskan pihaknya akan berkoordinasi penuh untuk mendorong Gentengisasi agar dapat segera diaplikasikan, terutama di wilayah yang kondisi geografisnya sesuai.
Menurut dia, program tersebut juga berpotensi menghidupkan kembali sentra-sentra genting di Indonesia, termasuk Plered. Pergerakan industri diharapkan ikut menggerakkan kegiatan ekonomi serta membuka lapangan kerja mulai dari pengrajin genteng hingga pengemudi yang mengangkut material.
"Program ini juga bisa menghidupkan kembali sentra-sentra genting di Indonesia, termasuk Plered. Kalau industrinya bergerak, ekonomi ikut bergerak, lapangan kerja juga terbuka, mulai dari pengrajin genteng sampai para pengemudi yang mengangkutnya,” pungkasnya.
Tahap awal di Plered sendiri melibatkan 14 pengrajin untuk penyediaan 500.000 genting. Empat pengrajin telah memiliki sertifikasi SNI, sedangkan 10 pengrajin lainnya telah lolos uji keandalan.
Prabowo Soroti Penggunaan Atap Seng
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya akselerasi program Gentengisasi pada hunian masyarakat. Ia juga mendorong penghentian penggunaan atap seng yang dinilai kurang adaptif bagi lingkungan dan kesehatan.
Prabowo menyoroti risiko penggunaan material atap seng dan asbes pada hunian padat penduduk. Menurut dia, penggunaan material tersebut berpotensi membawa dampak buruk terhadap kualitas kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Kandungan karat serta paparan bahan kimia dari material atap non-genteng disinyalir menjadi salah satu pemicu meningkatnya gangguan pernapasan hingga risiko penyakit kronis di kalangan masyarakat Indonesia.
"Seng ini cepat berkarat, dan karat ini tidak baik untuk kesehatan. Banyak anak muda kena kanker paru-paru padahal tidak merokok. Itu dari mana? Dari karat, dari asbes, dari macam-macam kimiawi," tegas Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.
Wakil Panglima TNI Maruli Simanjuntak menyatakan akan mempelajari putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun.
Koalisi Arab menyebut serangan Houthi ke sejumlah bandara Arab Saudi menewaskan 19 orang dan melukai 364 lainnya.
Kementerian Kebudayaan dan CTI menyiapkan pengusulan tenun Indonesia ke UNESCO dengan memperkuat basis data, dokumentasi, dan pelestarian tradisi.
Pasar modest fashion global diproyeksikan mencapai US$444 miliar pada 2029. Indonesia punya peluang melalui wastra dan keunikan budaya.
IHSG anjlok 8,01% ke level 5.393,92 pada pembukaan 16 Oktober 2026. BEI memberlakukan trading halt selama 30 menit.