Menag Ajak ASN hingga Santri Jadi Agen Perlindungan Sosial
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Rencana Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan ekspor solar batal diterapkan setelah negara-negara G7 menyepakati pelepasan hingga 100 juta barel minyak mentah dan produk bahan bakar dari cadangan darurat.
Kesepakatan tersebut diambil ketika pasar energi global menghadapi tekanan pasokan dan harga. Pelepasan cadangan akan dilakukan melalui Badan Energi Internasional (IEA) selama empat bulan, dengan pasokan solar dalam jumlah besar diprioritaskan pada 20 hari pertama.
Keputusan itu dihasilkan dalam pertemuan virtual para pemimpin G7 yang dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (2/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kondisi pasar energi, terutama tekanan terhadap pasokan dan harga solar.
G7 beranggotakan AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang. Dalam kesepakatan terbaru, negara anggota dan mitra akan segera mengoordinasikan pelepasan hingga 100 juta barel minyak dan produk bahan bakar melalui IEA selama empat bulan.
Pelepasan solar menjadi prioritas pada tahap awal. G7 menyatakan sebagian besar pelepasan solar akan dilakukan dalam 20 hari pertama untuk membantu merespons tekanan pada pasar bahan bakar.
G7 Tak Batasi Ekspor Energi
Selain melepas cadangan, para pemimpin G7 menyatakan tidak akan menerapkan pembatasan ekspor energi dan produk energi di antara negara-negara anggota.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menahan diri dari pembatasan ekspor energi dan produk energi antar negara G7 dan menyerukan kepada semua produsen untuk menahan diri dari memberlakukan larangan yang dapat memperburuk ketegangan pasar," tulis keterangan para pemimpin G7.
Keputusan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap ketatnya pasokan solar. Sebelumnya, pemerintahan Trump mempertimbangkan pembatasan ekspor solar AS sebagai salah satu langkah menghadapi kenaikan harga bahan bakar.
Setelah kesepakatan G7, Trump mengatakan negara-negara Eropa bersedia melepas cadangan solar dalam jumlah besar. AS juga disebut akan memberikan kontribusi melalui pelepasan cadangan energi.
"Prosesnya akan segera dimulai. Eropa memiliki banyak diesel dan mereka akan memberikan kontribusi besar bagi dunia, dan begitu juga kita. Eropa telah melakukan hal yang hebat," kata Trump melalui Truth Social.
Trump kemudian menegaskan pemerintah AS tidak akan memberlakukan larangan ekspor solar.
"Dan kami tidak akan memberlakukan larangan ekspor," katanya.
Pasokan Solar Masih Tertekan
Tekanan terhadap pasar energi meningkat akibat gangguan pasokan yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina. Kondisi tersebut turut memengaruhi pasokan produk olahan minyak, terutama solar.
Pasokan solar juga tertekan setelah serangan Ukraina terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia mengurangi ekspor produk olahan dari negara tersebut. IEA menyebut aliran produk olahan masih menghadapi kendala meskipun ekspor minyak mentah dari Timur Tengah telah pulih.
Kepala IEA Fatih Birol mengatakan pelepasan cadangan sebelumnya telah membantu menutup kesenjangan pasokan dan meredakan tekanan di pasar. Namun, ketatnya pasokan produk olahan, khususnya solar, masih menjadi perhatian.
Sebelumnya, 32 negara anggota IEA telah menyepakati pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis pada Maret 2026. Hingga 2 Oktober, sekitar 325 juta barel atau lebih dari 80% dari komitmen tersebut telah dilepas ke pasar.
Kenaikan harga energi juga ikut meningkatkan tekanan inflasi di Eropa. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan G7 mendorong pelepasan cadangan secara terkoordinasi dan meminta IEA memantau dampaknya terhadap ketahanan energi serta stabilitas pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.
Operasi Freeport Indonesia di Grasberg berangsur pulih. Kapasitas produksi PTFI ditargetkan mencapai 80% pada pertengahan 2027.