Bupati Nonaktif Pati Sudewa Divonis 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi
Bupati nonaktif Pati Sudewa divonis 8,5 tahun penjara dalam kasus korupsi DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa.
Pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon dengan callsign Dragon 1, melintas di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) kilometer 834 hingga kilometer 837+500, di wilayah Probolinggo, Jatim, Kamis (22/10/2026)./Antara-Fahmi Alfian\r\n
Harianjogja.com, PROBOLINGGO—TNI Angkatan Udara (TNI AU) menguji kemampuan pendaratan dan lepas landas pesawat tempur di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Uji coba di kilometer 834 hingga kilometer 837+500 itu dilakukan untuk menyiapkan jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menguji kesiapan operasional sekaligus kemampuan TNI AU memanfaatkan infrastruktur jalan tol sebagai landasan alternatif dalam kondisi tertentu.
"Uji coba ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional serta kemampuan kami memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara," katanya.
Dua F-16 dan Dua Super Tucano Dikerahkan
Uji coba di ruas Tol Paspro yang memiliki lebar 24 meter tersebut melibatkan empat pesawat milik TNI AU. Pesawat yang digunakan terdiri atas dua Embraer EMB-314 Super Tucano yang bermarkas di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahjudi, Madiun.
Tonny menjelaskan, kegiatan di Tol Paspro merupakan uji coba kedua yang dilakukan TNI AU. Sebelumnya, uji coba serupa telah dilaksanakan di ruas Tol Terbanggi Besar, Lampung, pada 11 Februari 2026.
Penggunaan Jalan Tol Bersifat Situasional
Tonny menegaskan pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif hanya dilakukan secara terbatas dan situasional. Fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi masyarakat tetap menjadi prioritas, begitu pula keselamatan pengguna jalan dan kepentingan publik.
Menurutnya, infrastruktur jalan tol dapat dimanfaatkan apabila landasan atau pangkalan udara tidak dapat digunakan untuk mendukung operasi penerbangan.
"Misalnya kami sudah tidak bisa menggunakan lagi landasan atau bandara atau pangkalan udara untuk digunakan kepentingan operasi penerbangan, maka kami dapat memanfaatkan jalan tol atau infrastruktur daerah sebagai landasan alternatif atau alternate runway bagi operasi penerbangan," katanya.
TNI AU Identifikasi Ruas Tol Lain
Selain Tol Paspro, TNI AU telah mengidentifikasi sejumlah ruas jalan tol lain yang berpotensi digunakan untuk uji coba serupa. Ruas yang disebutkan antara lain Tol Cibinong-Cilincing serta rencana pembangunan jalan tol di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Tonny mengatakan, TNI AU akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan dan pemetaan jalan tol. Koordinasi tersebut diperlukan agar ruas yang memenuhi persyaratan dapat disiapkan sebagai landasan alternatif untuk mendukung operasi udara.
"Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan dan pemetaan jalan tol agar sejumlah ruas yang memenuhi persyaratan untuk dapat disiapkan sebagai landasan alternatif demi mendukung operasi udara," kata Tonny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bupati nonaktif Pati Sudewa divonis 8,5 tahun penjara dalam kasus korupsi DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mewaspadai kolektivitas dan pertahanan Persik Kediri yang baru kebobolan tiga gol dalam lima laga.
DPRD Kota Jogja mengawal anggaran pendidikan dan kesehatan 2027 serta mendorong penambahan layanan jantung dan cuci darah di RS Pratama.
Yusril Ihza Mahendra mendorong reformasi UU Tipikor untuk membedakan risiko bisnis dengan korupsi dan menyelaraskan aturan dengan standar UNCAC.
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.