Perang Dagang Memanas, Trump Blokir Produk Kanada di AS

Newswire
Newswire Rabu, 09 September 2026 09:07 WIB
Perang Dagang Memanas, Trump Blokir Produk Kanada di AS

Donald Trump - Instagram @realdonaldtrump

Harianjogja.com, HAMILTON— Presiden AS Donald Trump memerintahkan badan pengadaan federal Amerika Serikat (AS) untuk berhenti membeli produk buatan Kanada. Kebijakan tersebut diambil di tengah sengketa perdagangan antara Washington dan Ottawa yang semakin memanas.

Perintah Trump dikeluarkan pada Selasa (8/9) dan menginstruksikan General Services Administration (GSA) bekerja sama dengan kantor Perwakilan Dagang AS untuk menghapus produk Kanada dari daftar vendor yang telah disetujui pemerintah AS.

Daftar vendor tersebut dikenal sebagai Multiple Award Schedules. Trump menyebut nilai kontrak melalui daftar pengadaan tersebut mencapai lebih dari 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp880 triliun per tahun.

Trump Soroti Akses Pasar Kanada

Trump menyampaikan alasan kebijakan tersebut melalui unggahan di Truth Social. Dia menyoroti akses produk AS ke pasar Kanada, termasuk persoalan produk peternak sapi perah dan industri otomotif.

"Semua orang tahu bahwa Kanada tidak mengizinkan peternak sapi perah hebat kita menjual produk ke pasar Kanada, dan satu-satunya alasan Kanada memproduksi mobil adalah karena perjanjian perdagangan yang sangat merugikan di masa pemerintahan presiden-presiden sebelumnya," tulis Trump di Truth Social.

Trump juga menuduh pemerintah federal dan pemerintah provinsi Kanada telah "melarang usaha kecil dan perusahaan Amerika menjual produk ke pasar pengadaan pemerintah mereka."

Menurut Trump, kondisi tersebut terjadi ketika Kanada memiliki akses luas untuk menjual produknya ke pasar pemerintah AS yang serupa, termasuk pasar yang dikelola oleh pemerintah negara bagian.

"Kanada telah mengeruk keuntungan secara tidak adil dari kita selama bertahun-tahun... Itu bukan timbal balik yang setara, itu adalah penipuan perdagangan oleh Kanada. Mulai sekarang, TANPA TIMBAL BALIK – TANPA AKSES!" ujarnya.

Trump Salahkan Pemerintahan Biden

Trump menilai pembatasan terhadap produk Kanada seharusnya sudah diberlakukan sejak lama. Dia bahkan menyalahkan mantan Presiden Joe Biden atas pemberlakuan kembali kebijakan tersebut.

Trump menambahkan bahwa pembatasan tersebut "seharusnya sudah dihentikan bertahun-tahun yang lalu oleh pemerintahan sebelumnya," seraya menyalahkan mantan Presiden Joe Biden atas pemberlakuan kembali kebijakan tersebut.

Langkah terbaru tersebut muncul setelah hubungan perdagangan AS dan Kanada mengalami tekanan akibat kegagalan perundingan perdagangan antara kedua negara.

Setelah perundingan perdagangan antara Kanada dan AS gagal bulan lalu, AS mengambil langkah untuk mengenakan tarif sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk utama Kanada.

Kanada Berlakukan Tarif Balasan

Kanada kemudian merespons kebijakan tarif AS dengan mengenakan tarif balasan. Tarif terhadap produk AS senilai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp352 triliun mulai berlaku pada Selasa.

Pemberlakuan tarif balasan tersebut semakin memperuncing perang dagang antara dua negara bertetangga tersebut.

Kanada memperjelas bahwa tarif balasan hanya berlaku terhadap barang yang berasal dari AS. Kebijakan tersebut tidak akan memengaruhi pengiriman barang yang sudah dalam perjalanan pada hari tarif diberlakukan.

Sengketa Dagang AS-Kanada Makin Panas

Sengketa perdagangan antara AS dan Kanada telah memanas secara drastis di bawah pemerintahan Trump. Kedua negara terus mengeluarkan kebijakan tarif impor maupun langkah balasan perdagangan.

Trump berulang kali mengkritik ketimpangan perdagangan antara Kanada dan AS. Persoalan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan utama Trump menerapkan tarif terhadap sejumlah produk Kanada.

Trump juga kerap menuduh Ottawa "mengeruk keuntungan secara tidak adil" dari AS.

Kebijakan terbaru mengenai pengadaan federal menunjukkan sengketa perdagangan AS-Kanada tidak hanya berkaitan dengan tarif impor. Akses perusahaan dan produk masing-masing negara terhadap pasar pemerintah juga menjadi bagian dari perselisihan yang terus berkembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online