Puan Soroti Rencana Prabowo Gabungkan BMKG dan Badan Geologi
Puan Maharani meminta wacana penggabungan BMKG dan Badan Geologi dikaji lebih dulu agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfud, atau akrab disapa Gus Kikin. /Youtube-Setkab.
Harianjogja.com, SURABAYA— Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memastikan kedekatannya dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) tidak akan berakhir meski dirinya kini akan lebih banyak menjalankan tugas di Jakarta.
Gus Kikin yang sebelumnya menjabat Ketua PWNU Jawa Timur mengatakan penugasan dari PWNU Jatim untuk memimpin PBNU membuat dirinya tetap memiliki ikatan kuat dengan kepengurusan NU di provinsi tersebut.
"Saya bersyukur muktamar berjalan lancar dan keputusan PWNU Jatim menugasi saya juga sukses, namun saya tidak akan melupakan Jatim, meski saya akan banyak waktu di Jakarta," katanya dalam Tasyakuran Muktamar Ke-35 NU dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa.
Meski aktivitasnya sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 akan lebih banyak berlangsung di Jakarta, Gus Kikin mengatakan dirinya tetap akan menyempatkan waktu untuk mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur.
Ia bahkan menyampaikan rencana untuk tetap datang secara rutin ke kantor PWNU Jatim di tengah kesibukannya menjalankan amanah sebagai pimpinan PBNU.
"Saya akan tetap mengupayakan mampir, mungkin satu bulan sekali saat hari Selasa," katanya.
Gus Kikin Bawa Mandat PWNU Jatim
Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 melalui musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 31 Agustus 2026.
Penetapan tersebut menjadikan Gus Kikin beralih dari posisi Ketua PWNU Jawa Timur ke pucuk kepemimpinan PBNU. Namun, ia menegaskan perannya di tingkat pusat tidak membuat hubungan dengan PWNU Jatim terputus.
Dalam Muktamar Ke-35 NU, KH Miftachul Akhyar kembali ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Jawahir mengatakan pihaknya bersyukur atas kelancaran pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU sekaligus terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.
"Bukan hanya itu, tapi perjuangan PWNU Jatim untuk pemilihan pimpinan PBNU, baik Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU, melalui AHWA juga berhasil, setelah Muktamar 2015 hanya AHWA untuk Rais Aam," katanya.
Menurut dia, mekanisme AHWA membuat proses penetapan pimpinan NU dilakukan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
Gus Kikin Sebelumnya Pimpin PWNU Jatim
Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua PWNU Jawa Timur sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan Gus Kikin memastikan dirinya tetap akan menjaga komunikasi dan hubungan dengan PWNU Jatim meskipun tugasnya sebagai Ketua Umum PBNU membuatnya harus lebih sering berada di Jakarta.
Komitmen untuk tetap datang ke Kantor PWNU Jatim setidaknya satu kali dalam sebulan juga menjadi bentuk kesinambungan hubungan antara kepengurusan PBNU di tingkat pusat dengan PWNU Jawa Timur.
Sementara itu, keberhasilan PWNU Jatim dalam mengantarkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU serta kembalinya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam menjadi bagian dari hasil penting Muktamar Ke-35 NU.
Penetapan melalui mekanisme AHWA sekaligus menunjukkan proses musyawarah dalam menentukan pimpinan PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.
Dengan amanah baru tersebut, Gus Kikin kini akan menjalankan kepemimpinan PBNU dari Jakarta. Meski demikian, ia memastikan Jawa Timur tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinannya di tingkat nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Puan Maharani meminta wacana penggabungan BMKG dan Badan Geologi dikaji lebih dulu agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Febrie Adriansyah diperiksa hampir 7 jam dan dicecar soal Tan Kian. Kuasa hukum menyebut Febrie tegas membantah menerima uang dari Tan Kian.
Jalan Baru Kretek-Girijati sepanjang 5 Km mulai uji coba open traffic 14-20 September 2026 dengan pembatasan kendaraan dan jam operasional.
Keterkaitan Boy Thohir dengan MGLV tercatat melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25% saham serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.
DPRD DIY meminta DTSEN tidak diterapkan kaku karena data bansos harus diuji dengan kondisi riil warga, termasuk pekerja informal dan pengguna pinjol.