BNPB: 1.730 Bencana Terjadi di Indonesia, 111.533 Rumah Warga Terdampak
BNPB mencatat 1.730 bencana melanda Indonesia hingga 7 September 2026, berdampak pada 111.533 rumah serta ribuan fasilitas publik.
Foto ilustrasi bantuan pangan non tunai berupa beras. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk melanjutkan bantuan sosial (bansos) beras kepada 33,2 juta keluarga miskin atau kurang mampu pada kuartal IV atau tiga bulan terakhir 2026. Program bantuan tersebut akan dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026 sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bantuan beras selama tiga bulan. Bantuan ditujukan kepada keluarga yang masuk kategori desil 1 sampai dengan desil 4.
“Anggarannya sekitar Rp17 triliun (untuk bantuan beras selama tiga bulan),” kata Menko Airlangga dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Menurut Airlangga, keberlanjutan bantuan beras tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah mempersiapkan berbagai program bantuan bagi masyarakat.
Bantuan beras akan diberikan kepada 33,2 juta keluarga penerima dengan alokasi 10 kilogram per keluarga setiap bulan. Dengan demikian, bantuan untuk tiga bulan terakhir 2026 secara keseluruhan mencapai 30 kilogram beras untuk setiap keluarga penerima.
Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember
Airlangga mengatakan bantuan beras untuk masyarakat akan dilanjutkan hingga Oktober, November, dan Desember 2026. Keputusan tersebut menjadi salah satu program bantuan yang disiapkan pemerintah setelah Presiden Prabowo memberikan arahan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Sebelumnya, bantuan beras tahap kedua dijadwalkan rampung disalurkan pada September 2026. Namun, mekanisme penyaluran tahap tersebut dilakukan secara rapel sehingga penerima bantuan mendapatkan alokasi 30 kilogram beras sekaligus pada bulan ini.
“Ya jumlahnya tetap per kuartal 30 kilogram dan biasanya paketnya 10 (kilogram). Tetapi kemarin dari Menko Pangan (Zulkifli Hasan) mengusulkan supaya paketnya dijadikan satu di 30 kilogram. Nanti itu tentu teknisnya dari Bulog, jadi bisa juga disekaliguskan (penyalurannya),” ujar Menko Airlangga.
Skema tersebut membuat bantuan yang seharusnya diberikan secara bulanan dapat disalurkan sekaligus dalam satu paket. Namun, Airlangga menegaskan jumlah bantuan dalam satu kuartal tetap 30 kilogram untuk setiap keluarga penerima.
Teknis penyaluran bantuan beras tersebut nantinya menjadi kewenangan Perum Bulog. Pemerintah juga telah membahas kemungkinan paket bantuan disalurkan sekaligus untuk memenuhi alokasi bantuan dalam satu kuartal.
Arahan Prabowo soal Program Bantuan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Senin (7/9), memerintahkan jajaran menteri untuk mempersiapkan berbagai program bantuan untuk masyarakat.
Salah satu bantuan yang mendapat arahan untuk dilanjutkan adalah bantuan beras. Program tersebut akan diteruskan selama tiga bulan terakhir tahun 2026, yakni Oktober, November, dan Desember.
“Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga saat jumpa pers menjelaskan isi ratas di Istana Kepresidenan Jakarta.
Keputusan melanjutkan bantuan beras tersebut menyasar masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menetapkan jumlah penerima mencapai 33,2 juta keluarga miskin atau kurang mampu.
Dengan alokasi 10 kilogram per keluarga setiap bulan, penerima akan memperoleh total 30 kilogram selama periode Oktober hingga Desember 2026. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk pelaksanaan bantuan beras tersebut.
Selain membahas bantuan untuk masyarakat, Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah instruksi kepada jajaran pemerintah terkait kesiapan menghadapi fenomena El Nino.
Ia melanjutkan Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah instruksi mengenai kesiapan pemerintah menghadapi El Nino.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mencatat 1.730 bencana melanda Indonesia hingga 7 September 2026, berdampak pada 111.533 rumah serta ribuan fasilitas publik.
DPRD DIY meminta DTSEN tidak diterapkan kaku karena data bansos harus diuji dengan kondisi riil warga, termasuk pekerja informal dan pengguna pinjol.
Gus Kikin memastikan tetap menjaga kedekatan dengan PWNU Jatim meski lebih banyak bertugas di Jakarta sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031.
Sultan HB X menyoroti pengelolaan MBG di Sleman, terutama penyimpanan bahan makanan dan waktu memasak setelah 70 siswa diduga keracunan.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi kini berada di Laut Arab menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba 17 September sebelum berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.