Trump Ancam Sanksi Bank China yang Masih Bekerja Sama dengan Iran

Newswire
Newswire Jum'at, 28 Agustus 2026 13:37 WIB
Trump Ancam Sanksi Bank China yang Masih Bekerja Sama dengan Iran

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap bank-bank China yang masih bekerja sama dengan Iran. Ancaman tersebut muncul setelah Washington memberlakukan sanksi terbaru untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Trump pada Kamis (27/8) mengatakan tidak menutup kemungkinan Amerika Serikat memberikan sanksi kepada entitas perbankan China yang tetap melakukan kerja sama bisnis dengan Iran.

"Siapa bilang saya tidak akan melakukannya?" kata Trump kepada wartawan ketika ditanya mengapa AS tidak menjatuhkan sanksi terhadap entitas-entitas China terkait kegiatan bisnis mereka dengan Iran.

"Anda tidak tahu apakah saya melakukannya ... Saya tidak harus mengumumkan semuanya, bukan?" ujarnya.

Ancaman tersebut menambah tekanan Washington terhadap Iran. Pada Senin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent meluncurkan "Operation Economic Outcast", sebuah kampanye isolasi yang menargetkan Iran dan negara-negara yang mendukungnya.

Langkah tersebut bertujuan memblokir setiap sumber pendapatan potensial yang dapat membiayai Teheran.

Iran Minta Dunia Kecam Tekanan Ekonomi AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu melayangkan surat kepada pimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara anggota. Dalam surat tersebut, Araghchi mendesak mereka mengecam upaya pemaksaan ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat.

Tekanan ekonomi itu berlangsung di tengah konflik antara AS, Israel, dan Iran yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan serangan serupa.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Konflik tersebut masih belum terselesaikan, meskipun saat ini tidak terjadi permusuhan aktif.

Washington kemudian memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik dengan menambah tekanan keuangan terhadap Teheran.

Iran Soroti Dampak Sanksi terhadap Ekonomi Global

Di sisi lain, juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Hassan Ghashghavi, menilai Amerika Serikat telah menjatuhkan begitu banyak sanksi terhadap Iran.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat tidak jelas lagi apa yang masih dapat dibatasi oleh Washington.

"Seluruh dunia kini bertanya-tanya, apakah masih ada sesuatu yang belum dikenai sanksi oleh AS dan apa lagi yang akan mereka batasi?" kata Ghashghavi kepada RIA Novosti.

Ghashghavi juga menanggapi pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mengatakan penerapan segera sanksi sekunder terhadap mitra dagang Iran berisiko menyebabkan keruntuhan sistem keuangan global.

"Semua orang telah mendengar pernyataan yang bertentangan dari Menteri Keuangan AS... Jelas bahwa sanksi-sanksi ini memberikan tekanan terhadap ekonomi global, dan menteri AS sendiri mengakui hal tersebut," ujar Ghashghavi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online