Iran Tantang Sanksi AS, Siapkan Rencana Hadapi Tekanan Ekonomi

Newswire
Newswire Rabu, 26 Agustus 2026 13:07 WIB
Iran Tantang Sanksi AS, Siapkan Rencana Hadapi Tekanan Ekonomi

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Iran menyatakan siap menghadapi operasi sanksi ekonomi yang dikerahkan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan arus pemasukan dan pendanaan perang Iran. Menteri Keuangan Iran Seyed Ali Madanizadeh menegaskan negaranya telah menyiapkan sejumlah rencana untuk merespons tekanan ekonomi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Madanizadeh setelah Sekretaris Bendahara AS Scott Bessent mengumumkan operasi sanksi ekonomi pada Senin (24/8). Madanizadeh menyebut Iran memiliki strategi sendiri untuk menghadapi kebijakan ekonomi AS.

“Mereka ingin mengerahkan sebuah operasi ekonomi terhadap kami. Kami juga memiliki rencana tersendiri dan kami tahu bagaimana cara memenangkannya,” tegas Madanizadeh kepada media Iran, mengutip dari Time, Rabu (26/8/2026).

Iran Siapkan Skenario 

Madanizadeh menjelaskan Iran memiliki kapabilitas untuk merespons ancaman serta kebijakan ekonomi AS. Pemerintah Iran, menurut dia, telah mempersiapkan berbagai rencana guna mempertahankan stabilitas perekonomian nasional.

Persiapan tersebut mencakup sejumlah skenario apabila kebijakan AS berupaya mengganggu sektor maupun hubungan finansial nasional Iran.

“Kami telah mengembangkan rencana untuk berbagai skenario, termasuk kebijakan yang harus diterapkan apabila mereka berupaya untuk memicu destabilisasi terhadap sektor atau hubungan finansial nasional,” papar Madanizadeh.

Pernyataan tersebut menjadi respons Iran terhadap langkah AS yang sebelumnya diresmikan Scott Bessent melalui Operation Economic Outcast. Operasi tersebut memuat mekanisme pengenaan sanksi terhadap mitra-mitra kerja sama ekonomi Iran.

Sasar Bank hingga Korporasi

Operation Economic Outcast tidak hanya menyasar negara-negara yang memiliki hubungan finansial dengan Iran. Bank dan korporasi juga menjadi target dalam penerapan sanksi tersebut.

Sanksi AS berfokus pada sejumlah sektor yang dinilai krusial dalam mendorong perekonomian Iran. Sektor yang menjadi sasaran mencakup aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

“Saat ini, objektif kami adalah untuk menghentikan setiap arus pendanaan dan pemasukan yang mempertahankan pemerintahan Iran. Kami akan meminta semuanya untuk bertanggung jawab” tekan Bessent dalam konferensi pers.

Bessent juga mengancam Iran untuk menyerah agar terhindarkan dari sanksi-sanksi yang akan diterapkan oleh AS. Dalam konferensi pers, dia menyebut AS telah melacak dan memetakan setiap sumber pemasukan Iran.

“Iran sekarang dihadapkan dengan dua pilihan yang jelas. Pertama, beroperasi secara subsisten dan terisolasi secara internasional, atau kesempatan untuk berpartisipasi dalam perekonomian global,” ancam Bessent.

Hingga kini, Departemen Keuangan AS telah mengerahkan sanksi terhadap 60 individu dan entitas. Sasaran tersebut merupakan jaringan yang dituduh membantu Iran dengan mendorong pendapatan sektor minyak, membeli senjata, dan menginisiasi serangan siber.

AS Tak Lanjutkan Serangan Militer 

Di tengah peningkatan tekanan ekonomi tersebut, Pemerintah AS disebut tidak berencana melancarkan serangan militer baru terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio telah menyampaikan kepada negara-negara sekutu bahwa Pemerintah AS saat ini tidak berencana untuk melancarkan serangan militer baru terhadap Iran.

Menurut laporan portal berita Axios dengan mengutip keterangan dari seorang pejabat AS, Rubio menekankan bahwa ke depannya Pemerintah AS akan lebih berfokus menggunakan instrumen tekanan lain terhadap Pemerintah Iran, termasuk pemberian sanksi.

Berdasarkan analisis Axios, perubahan strategi tersebut menjadi sinyal bahwa Presiden AS Donald Trump sudah lelah dengan upaya perang melawan Iran dan menginginkan agar konflik tersebut segera diakhiri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online