Prabowo Siapkan 1.000 Perwira Cegah Karhutla di Daerah
Presiden Prabowo menyiapkan 1.000 perwira TNI-Polri ke daerah untuk memperkuat edukasi dan pencegahan karhutla.
Presiden China Xi Jinping/Istimewa-Dok Xinhuan\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—China mengambil sikap berbeda dari Amerika Serikat dalam konflik terbaru dengan Iran. Beijing dilaporkan tidak akan membantu Washington menjalankan kampanye “perang ekonomi” untuk menekan Teheran.
Sikap tersebut menjadi tantangan bagi pemerintahan Presiden Donald Trump yang berupaya meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi ekonomi. Pendekatan itu ditempuh setelah tekanan militer dinilai belum berhasil memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Sebagai salah satu negara pengimpor minyak terbesar dunia, China memiliki kepentingan ekonomi dan energi yang kuat untuk mempertahankan hubungan dengan Teheran.
Pemerintahan Trump kembali mengancam akan melakukan “perubahan rezim” di Iran, kali ini melalui tekanan ekonomi alih-alih kekuatan militer. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mendesak negara-negara lain, termasuk China, ikut mengisolasi Iran melalui sanksi.
Namun, seruan tersebut tidak diikuti Beijing.
AS Ancam Sanksi Terberat terhadap Iran
Bessent mengatakan kepada CNBC pada Kamis bahwa pemerintah AS akan memberlakukan “sanksi terberat dalam sejarah” terhadap Iran. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Washington untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Menurut Bessent, strategi tersebut hanya akan efektif apabila memperoleh dukungan dari negara-negara lain. Ia bahkan menyerukan “semua sekutu kita” untuk menjalankan apa yang disebutnya sebagai “isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia.”
Bessent juga menjelaskan tujuan tekanan ekonomi tersebut, yakni meningkatkan penderitaan ekonomi Iran dengan mendorong “inflasi substansial, baik inflasi pangan maupun inflasi biasa di Iran.”
Ia membandingkan strategi tersebut dengan penggunaan sanksi terhadap Venezuela dan Kuba.
Sebelumnya, Bessent juga mengeluarkan ultimatum bahwa setiap negara harus “berpihak pada kita atau melawan kita.” Negara yang menolak membantu upaya pemerintah AS untuk “menghancurkan ekonomi” Iran diperingatkan bahwa Washington akan “mengerahkan seluruh kekuatan dan pengaruhnya untuk menindak Anda.”
Dia juga memperingatkan bahwa negara yang memberikan “bantuan” kepada Iran akan menghadapi “kehancuran ekonomi.”
China Tegaskan Tak Ikut Isolasi Iran
Seruan Washington tersebut mendapat penolakan dari Beijing. Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan dalam konferensi pers pada Jumat bahwa China tidak akan bekerja sama dengan upaya untuk mengisolasi Iran.
“China percaya bahwa cara militer, sanksi, dan taktik tekanan bukanlah solusi,” kata Lin kepada sebuah stasiun televisi pemerintah Iran. “Sebaliknya, hal itu hanya akan menyebabkan eskalasi yang tidak menguntungkan siapa pun. Kami menyerukan upaya untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi.”
Sikap tersebut kembali ditegaskan ketika Lin ditanya mengenai kemungkinan dampak konflik terhadap impor energi China dari Iran.
“China menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional dan mandat Dewan Keamanan PBB.”
China memiliki kepentingan besar terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. China disebut membeli sekitar 80% minyak yang diekspor Iran, sementara sekitar setengah pasokan energi China berasal dari kawasan Teluk Persia.
Kondisi tersebut memberikan Beijing alasan ekonomi yang kuat untuk tidak mengikuti strategi sanksi Washington terhadap Teheran.
Kepentingan Strategis China di Iran
Penolakan China terhadap strategi AS tidak hanya berkaitan dengan kepentingan politik. Beijing juga memiliki kepentingan strategis dalam mempertahankan hubungan dengan Iran.
Danny Citrinowicz, peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional Israel, menilai China kemungkinan tidak akan menyerah begitu saja dalam menghadapi tekanan AS.
“China memiliki kepentingan yang kuat dalam melestarikan Iran di bawah Republik Islam dan mempertahankan hubungan strategis Teheran, serta ketergantungan yang semakin meningkat, pada Beijing,” tulisnya di media sosial.
Menurutnya, strategi ekonomi yang mengasumsikan China pada akhirnya akan mengikuti Washington memiliki risiko besar.
“Strategi ekonomi apa pun yang berasumsi bahwa China pada akhirnya akan sejalan dengan Washington berisiko dibangun di atas premis yang pada dasarnya salah.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Presiden Prabowo menyiapkan 1.000 perwira TNI-Polri ke daerah untuk memperkuat edukasi dan pencegahan karhutla.
Baterai iPhone cepat habis? Simak 15 cara menghemat daya mulai dari Mode Daya Rendah hingga mengatur aplikasi dan jaringan.
Tukang becak di Kulonprogo jadi desil 9, anaknya kuliah di UNY dan kesulitan mengakses bantuan pendidikan karena perubahan data.
Thailand wajib menang minimal tiga gol atas Vietnam pada final leg kedua Piala AFF 2026 untuk membalikkan agregat dan merebut gelar.
Ghost in the Cell karya Joko Anwar dikaitkan warganet dengan karhutla Kalimantan yang mencapai 750 hotspot pada 17–19 Agustus 2026.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel menyoroti persaingan internal skuad yang mulai menurun jelang kompetisi resmi bergulir.