512 Santri Keracunan MBG, DPR Minta Pengawasan Diperkuat
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. Foto: BPMI Setpres\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan membahas sejumlah agenda strategis hubungan kedua negara.
Prabowo tampil dalam sesi pleno utama EEF bersama sejumlah pemimpin negara dan pejabat senior dari kawasan Asia. Forum tahun ini mengangkat tema “Far East: Development for the Benefit of the People” atau pembangunan Timur Jauh untuk kesejahteraan masyarakat.
Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Distrik Federal Timur Jauh pada 2-3 September 2026 untuk menghadiri forum tersebut.
Pada 2 September, Putin diagendakan memimpin pertemuan mengenai pembangunan Distrik Federal Timur Jauh, melihat presentasi interaktif mengenai hasil pembangunan kawasan, serta mengikuti seremoni peluncuran sejumlah perusahaan baru melalui konferensi video.
Kemudian pada 3 September, Putin menghadiri sesi pleno yang menjadi agenda utama EEF. Dalam forum tersebut, Putin tampil bersama Presiden Prabowo Subianto, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Pertama Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China Ding Xuexiang.
Selain sesi pleno, Putin juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin delegasi asing yang hadir dalam forum.
Bagi Indonesia, kehadiran Prabowo di EEF menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan Rusia, terutama dalam bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan industri.
1. Putin Sebut Perdagangan RI-Rusia Naik 12 Persen
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat menyambut Presiden Prabowo Subianto dalam Jamuan Santap Siang di Far Eastern Federal University / FEFU, Vladivostok, Kamis (3/9/2026).
“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik,” kata Putin.
Presiden Rusia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prabowo di EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama.
Putin menyoroti perkembangan perdagangan kedua negara. Menurutnya, volume perdagangan RI-Rusia naik signifikan pada tahun lalu.
Ia menambahkan, Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus bekerja. Sejumlah sektor menjadi fokus, mulai dari pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, hingga energi termasuk energi nuklir.
2. Prabowo Ungkap Bayar Utang Pertemuan ke Putin
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena absen dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau Asean-Rusia ke-20 pada Juni lalu.
Prabowo menyebut kunjungannya ke Vladivostok kali ini sebagai bentuk pemenuhan kewajiban.
"Tapi saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang," kata Prabowo saat pertemuan bilateral dengan Putin di Far Eastern Federal University, Kamis (3/9/2026).
3. Prabowo Sebut RI dan Rusia Punya Ikatan 5 Dasawarsa
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia dan Rusia kini telah meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Jamuan Santap Siang dari Presiden Rusia Vladimir Putin di Far Eastern Federal University / FEFU, Vladivostok, Kamis (3/9/2026).
“Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” kata Prabowo.
Prabowo menyebut hubungan ekonomi kedua negara terus meningkat. Ia merespons pernyataan Putin sebelumnya bahwa perdagangan RI-Rusia naik 12 persen pada tahun lalu.
“Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerjasama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita. Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat, sebagaimana Yang Mulia telah menyampaikan di bidang ekonomi, perdagangan kita meningkat. Kita juga kerjasama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan. Dan kami siap untuk meningkatkan kerjasama ini,” pungkas Prabowo.
4. Prabowo-Putin Bahas Energi Nuklir hingga Maritim
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan bilateral maraton hampir 2 jam di Vladivostok. Pertemuan tersebut membahas agenda bilateral antara lain teknologi, maritim, hingga energi nuklir.
Menurut pantauan, pertemuan dimulai pukul 13.47 waktu setempat dan selesai sekitar pukul 15.45 WS. Agenda working lunch di sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 itu menjadi bukti intensitas hubungan kedua negara.
Putin menyebut Indonesia sebagai mitra paling kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik, sementara Prabowo menegaskan kemitraan kedua negara kini telah naik status menjadi strategis.
Putin menilai komunikasi langsung yang intens mencerminkan sifat strategis hubungan bilateral. Dia juga mengapresiasi kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF.
5. Prabowo Bawa Menteri Bidang Ekonomi dan Strategis
Dalam kunjungan ke Rusia, Prabowo membawa jajaran menteri bidang ekonomi dan strategis, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rombongan tersebut disiapkan untuk mendorong kerja sama bilateral yang lebih konkret di sela forum, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan sektor strategis lain.
Kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF sekaligus pertemuan bilateral dengan Putin menjadi bagian penting dari upaya memperkuat hubungan RI-Rusia. Agenda yang dibahas mencakup sektor strategis mulai dari perdagangan, teknologi, maritim, hingga energi nuklir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Kenali 5 gejala Parkinson yang dapat terlihat dari aktivitas sehari-hari, mulai tangan gemetar hingga perubahan suara dan cara berjalan.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
DPRD DIY mendorong relawan kebencanaan mendapat BPJS Ketenagakerjaan informal dengan pembiayaan yang diusulkan bersumber dari Danais.
Prabowo dan Putin bertemu di EEF 2026. Keduanya membahas perdagangan, energi nuklir, maritim, teknologi, hingga kemitraan strategis.
Sebanyak 25 lurah petahana di Gunungkidul cuti untuk maju Pilur. Carik ditunjuk sebagai Plt Lurah selama masa cuti.