Presiden Soroti Kebocoran Keuangan Negara, Korupsi Harus Diberantas

Newswire
Newswire Selasa, 25 Agustus 2026 17:47 WIB
Presiden Soroti Kebocoran Keuangan Negara, Korupsi Harus Diberantas

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peluncuran dan peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). YouTube Sekretariat Presiden/Antara-Fathur Rochman

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh kekayaan dan aset bangsa dapat dikelola sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran dan peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Menurut Prabowo, kekuatan negara salah satunya ditentukan oleh kemampuan mengelola seluruh aset dan kekayaan bangsa secara jujur serta bertanggung jawab.

"Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar," kata Prabowo.

Prabowo Soroti Kebocoran Keuangan Negara

Berkaitan dengan pengelolaan kekayaan negara, Prabowo menegaskan pemerintah harus memerangi praktik korupsi. Ia menyatakan pemberantasan tersebut harus dilakukan hingga ke akar-akarnya.

"Karena itu penyelewengan korupsi harus kita perangi, harus kita berantas sampai ke akar-akarnya," tegas Prabowo.

Prabowo mengakui masih terdapat pihak yang meragukan keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi. Namun, Presiden memastikan pemerintah sungguh-sungguh menjalankan upaya tersebut.

Menurutnya, pemberantasan korupsi sekaligus penutupan kebocoran keuangan negara memiliki dampak langsung terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan.

Dana Negara untuk Penanganan Bencana

Prabowo mencontohkan kemampuan pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya ketika menangani bencana. Peralatan dan personel yang dikerahkan antara lain ratusan helikopter, belasan pesawat, alat berat, pompa air, hingga ribuan personel.

"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang. Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan, dari korupsi-korupsi yang berjalan," kata Prabowo.

Presiden mengatakan pemerintah selama ini telah berupaya menghentikan berbagai kebocoran keuangan negara. Meski demikian, ia menilai langkah tersebut belum cukup sehingga pengelolaan keuangan negara perlu terus diperkuat.

"Selama ini kita hentikan kebocoran-kebocoran itu, kita belum puas, kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," ujar Prabowo.

PLTS 100 GWp untuk Kemandirian Energi

Pernyataan mengenai pemberantasan korupsi tersebut disampaikan dalam rangkaian peluncuran PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Peluncuran PLTS 100 GWp diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online