Keracunan MBG Sidoarjo, 512 Santri Terdampak, BGN Gelar Investigasi

Newswire
Newswire Rabu, 02 September 2026 18:57 WIB
Keracunan MBG Sidoarjo, 512 Santri Terdampak, BGN Gelar Investigasi

Suasana di ruang Instalasi Poliklinik Spesialis, RSUD R.T Notopuro Sidoarjo salah rumah sakit tempat dirawatnya ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Tanggulangin yang diduga mengalami keracunan usai menyantap porsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026). /Bisnis-Julianus Palermo\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 512 santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) kini melakukan investigasi bersama dinas kesehatan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Dr. Ketut Sumedana mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperoleh setelah tim di lapangan melakukan investigasi.

"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

Dari total 512 santri yang terdampak, sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, 312 orang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, sedangkan 120 orang lainnya masih dalam tahap observasi.

BGN Investigasi Bersama Dinas Kesehatan

Sumedana mengatakan BGN telah berkomunikasi dengan kepala daerah setempat dan pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikmah terkait insiden tersebut. Langkah berikutnya dilakukan melalui pembenahan internal dan investigasi bersama dinas kesehatan.

Hasil investigasi nantinya akan diumumkan kepada publik. BGN masih menelusuri penyebab terjadinya keracunan pada para santri yang terdampak setelah mengonsumsi MBG.

"Kemudian kami juga melakukan tindakan-tindakan internal. Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," tuturnya.

Untuk saat ini, BGN memprioritaskan pemulihan kondisi kesehatan para santri. Di sisi lain, lembaga tersebut menyiapkan sanksi terhadap SPPG berupa pemberhentian sementara selama 30 hari.

Komisi X DPR Soroti Tata Kelola MBG

Kasus yang menimpa 512 santri tersebut mendapat perhatian Komisi X DPR RI. Lembaga tersebut menilai semestinya tidak ada satu pun korban dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfan menyampaikan keprihatinan atas kejadian di Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia memahami bahwa Kepala BGN saat ini telah melakukan sejumlah perbaikan.

Namun, menurutnya, masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tata kelola Makan Bergizi Gratis. Evaluasi diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Tetapi lagi-lagi masih terjadi hal seperti ini maka ada hal yang harus dievaluasi, ada hal yang harus diperhatikan sehingga jangankan jumlahnya puluhan maupun ratusan, satu saja tidak boleh terdampak apalagi keracunan dari proses atau tata kelola yang tidak baik," katanya di Gedung DPR, Rabu.

Kasus keracunan tersebut kini masih dalam proses investigasi BGN bersama dinas kesehatan. Hasil penelusuran akan digunakan untuk mengetahui penyebab kejadian, sementara penanganan kesehatan para santri menjadi fokus utama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online