8 WNI Disebut Jadi Tentara Rusia, BIN dan Kemlu Turun Tangan

Newswire
Newswire Rabu, 02 September 2026 18:27 WIB
8 WNI Disebut Jadi Tentara Rusia, BIN dan Kemlu Turun Tangan

Pasukan militer Rusia menembakkan Rudal ke wilayah Ukraina/ The Moscow Times.\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Luar Negeri RI menindaklanjuti informasi mengenai delapan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disebut telah menjadi tentara Rusia. Pemerintah Indonesia tengah menelusuri dugaan perekrutan WNI untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia.

Kepala BIN Muhammad Herindra mengatakan pihaknya memberikan perhatian terhadap informasi tersebut. BIN akan mendalami lebih lanjut mengenai dugaan perekrutan, termasuk bagaimana proses perekrutan hingga keterlibatan WNI di dalamnya.

"Nanti kita dalami lebih lanjut ya," katanya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Rabu (2/9/2026).

Herindra belum membeberkan informasi lebih jauh mengenai keberadaan delapan WNI tersebut maupun langkah yang akan dilakukan BIN. Namun, ia menegaskan isu tersebut menjadi perhatian lembaganya.

"Pastilah [diberi atensi]," ucapnya.

WNI Disebut Dijanjikan Gaji Besar

Informasi mengenai dugaan perekrutan tersebut sebelumnya disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, DPR telah menerima informasi dari otoritas intelijen mengenai perekrutan WNI untuk menjadi tentara Rusia.

Dasco mengatakan salah satu faktor yang membuat WNI tertarik menerima tawaran tersebut adalah iming-iming gaji besar. Perekrutan disebut dilakukan oleh negara pihak ketiga dengan tawaran pekerjaan yang seolah-olah berupa lowongan satuan pengamanan atau tenaga administrasi.

"Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," katanya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Selasa (1/9/2026).

Para WNI yang mendaftar melalui tawaran tersebut kemudian disebut dikirimkan untuk menjadi tentara. Dasco menyampaikan otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri RI telah mengambil langkah untuk menelusuri informasi tersebut.

"Begitu informasi yang kami dapat dan pada saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," tuturnya.

Kemlu RI Verifikasi Informasi dari Ukraina

Kementerian Luar Negeri RI juga tengah mencermati informasi yang disampaikan otoritas Ukraina mengenai dugaan keterlibatan sejumlah WNI dalam angkatan bersenjata Federasi Rusia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan Pemerintah Indonesia masih melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar. Proses tersebut dilakukan melalui Perwakilan RI serta dengan berkoordinasi bersama kementerian/lembaga terkait.

"Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi atas informasi tersebut melalui Perwakilan RI serta berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut," katanya dalam keterangan resmi, Senin (31/9/2026).

Dengan demikian, informasi mengenai delapan WNI yang disebut telah menjadi tentara Rusia masih dalam proses pendalaman dan verifikasi oleh otoritas Indonesia. BIN dan Kemlu RI melakukan koordinasi serta penelusuran untuk memastikan identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, dan bentuk keterlibatan individu yang disebutkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online