Raja Harald V Mangkat, Indonesia Sampaikan Belasungkawa
Indonesia menyampaikan belasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia pada 28 Agustus dalam usia 89 tahun.
Ilustrasi, Warga Palestina melintas di jalan yang dikelilingi bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan. Antara/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Harianjogja.com, JAKARTA—Serangan militer Israel kembali menghantam wilayah Gaza, Palestina pada Selasa (1/9/2026), meski gencatan senjata Israel-Hamas masih berlaku. Hamas mengecam serangan tersebut karena menewaskan warga sipil dan mendesak mediator serta negara-negara penjamin kesepakatan menekan pemerintah Israel agar mematuhi gencatan senjata.
Hamas menyatakan telah berkomunikasi dengan para mediator serta Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza Nickolay Mladenov setelah operasi militer Israel kembali terjadi.
"Gerakan Hamas mengecam keras operasi militer Zionis di Kota Gaza hari ini yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan warga sipil Palestina," kata Hamas dalam pernyataannya, Selasa (1/9/2026), dilansir dari Antara.
Dalam komunikasi tersebut, Hamas mengecam serangan dan penembakan yang disebut menyebabkan sejumlah warga Palestina tewas dan terluka. Kelompok Palestina itu juga meminta mediator dan negara-negara penjamin kesepakatan memberikan tekanan maksimal kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan dan memastikan kepatuhan terhadap gencatan senjata.
Serangan Israel Tewaskan Warga Palestina
Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengakui menyerang sejumlah target di Gaza pada Selasa (1/9/2026). Israel berdalih operasi tersebut dilakukan untuk menghilangkan ancaman terhadap pasukannya.
Operasi militer itu mencakup serangan udara yang memberikan perlindungan bagi pasukan Israel ketika menjalankan operasi di darat. Dalam perkembangan yang sama, pasukan khusus Israel menangkap seorang pejabat Hamas.
Serangan udara yang menyertai operasi tersebut menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk dua anak-anak. Serangan Israel lainnya membuat jumlah korban tewas pada Selasa bertambah menjadi enam orang.
Laporan Al Jazeera menyebut sedikitnya tiga orang, termasuk dua anak-anak, tewas dan delapan lainnya terluka akibat serangan di distrik al-Kateeba di sebelah barat Kota Gaza. Sedikitnya satu korban lainnya dilaporkan meninggal dalam serangan terpisah di Deir el-Balah.
Pejabat Hamas Ditangkap Israel
Operasi Israel juga berujung pada penangkapan Moin Al-Arabeed, yang disebut Israel sebagai kepala dinas keamanan internal Hamas.
Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan Al-Arabeed terluka dan ditangkap. Istrinya tewas dalam operasi tersebut, sementara sejumlah anaknya terluka.
Israel menuding Al-Arabeed terlibat dalam penyembunyian dan pemindahan sandera Israel yang ditangkap dalam serangan 7 Oktober 2023. Setelah ditangkap, Al-Arabeed dibawa ke Israel untuk diperiksa oleh aparat keamanan.
Hamas kemudian menghubungi mediator serta Mladenov dan memperingatkan operasi militer Israel dapat mengganggu implementasi kesepakatan gencatan senjata Gaza.
Serangan terbaru tersebut terjadi kurang dari sepekan setelah Mladenov mengkritik berlanjutnya operasi militer Israel di Gaza. Dalam pemaparannya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dia memperingatkan bahwa serangan yang terus berlangsung dapat menghambat implementasi rencana perdamaian Gaza.
Gencatan Senjata Israel-Hamas Masih Menghadapi Tekanan
Gencatan senjata Israel-Hamas sebelumnya disepakati pada 9 Oktober 2025 untuk mengakhiri serangan Israel ke Gaza melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki. Kesepakatan tersebut kemudian difinalisasi dalam KTT Sharm el-Sheikh pada 13 Oktober 2025.
Kesepakatan gencatan senjata Gaza mencakup pembebasan sandera yang berada di Gaza dengan imbalan tahanan Palestina, peningkatan bantuan kemanusiaan, serta penarikan pasukan Israel secara bertahap.
Kesepakatan itu berhasil menghentikan pertempuran berskala besar yang sebelumnya menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza. Namun, serangan Israel masih berlanjut meski pertempuran skala besar telah mereda.
Lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025 berdasarkan data pejabat kesehatan Gaza. Israel menyatakan serangan yang terus dilakukan bertujuan mencegah serangan Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya.
Hamas menuding Israel berulang kali melanggar gencatan senjata dan menghambat upaya untuk melanjutkan rencana perdamaian Gaza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Indonesia menyampaikan belasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia pada 28 Agustus dalam usia 89 tahun.
Beras premium 5 kg mulai langka di sejumlah ritel. Mendag Budi Santoso mengatakan Bulog mulai memasok beras premium dan medium ke ritel modern.
Dinsos Bantul mencatat ribuan usulan penerima bansos, termasuk 1.789 usulan PBI JK, 95 PKH, dan 79 bantuan sembako melalui kalurahan dan Dinsos.
Los Pasar Brosot Kulonprogo ambruk sejak 23 Juli 2026 dan belum ditangani. DPRD mendesak solusi sementara bagi pedagang terdampak.
BPS Kota Jogja menegaskan desil DTSEN ditentukan terpusat oleh BPS pusat dari data kementerian dan lembaga, bukan pendataan langsung BPS Kota.
Proyek IKN Tahap 3 senilai Rp17,24 triliun terancam tertunda karena anggaran 2027 belum teralokasi. OIKN mengusulkan tambahan dana.