Kabut Asap Karhutla, Kasus Pneumonia di Pontianak Meningkat

Newswire
Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 12:57 WIB
Kabut Asap Karhutla, Kasus Pneumonia di Pontianak Meningkat

Pengendara memakai masker saat pembagian masker gratis di simpang empat RS Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Pemerintah Kota Palembang membagikan 16.500 masker kepada masyarakat untuk mencegah terjangkitnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat bencana kabut asap dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Antara/Nova Wahyudi/YU

Harianjogja.com, PONTIANAK—Kasus pneumonia di Pontianak meningkat sekitar 10 hingga 20 persen di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak mencatat kenaikan tersebut terjadi pada pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak Kombes Pol drg. Josep Ginting mengatakan peningkatan infeksi paru-paru tersebut menjadi perhatian rumah sakit. Antisipasi dilakukan untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien dengan gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang memburuk.

"Sehingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain," katanya.

Kabut Asap Bisa Memperburuk Pernapasan

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak dr. Andreas menjelaskan paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Dalam kondisi tertentu, paparan tersebut dapat berkembang menjadi pneumonia.

Kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia, memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini," ujarnya.

Menurut Andreas, gejala awal akibat paparan asap antara lain batuk dan bersin. Keluhan tersebut dapat muncul lebih cepat pada masyarakat yang memiliki alergi atau riwayat asma.

"Kalau paparan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas," tuturnya.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Andreas mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Apabila harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan lansia, serta warga dengan kondisi kesehatan tertentu.

Selain pneumonia, masyarakat juga perlu mewaspadai peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama di wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) yang tinggi.

Beberapa wilayah yang disebut perlu mendapat perhatian antara lain Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Mengenal Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi yang menyebabkan jaringan paru-paru mengalami peradangan. Kondisi tersebut dapat membuat kantung udara atau alveoli terisi cairan atau nanah sehingga proses pernapasan terganggu.

Peningkatan kasus pneumonia di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak menjadi perhatian seiring memburuknya kualitas udara di Pontianak dan sekitarnya. Kondisi tersebut mendorong rumah sakit menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online