Rumah Adat Sade Lombok Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

Newswire
Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 06:57 WIB
Rumah Adat Sade Lombok Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

Kebakaran melanda rumah adat Sade di Lombok Tengah, Sabtu malam. Petugas pemadam dikerahkan dan penyebab kebakaran masih diselidiki. /Antara.

Harianjogja.com, LOMBOK TENGAH—Kebakaran melanda rumah kampung adat wisata Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam.

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 22.00 Wita. Saat mendapat laporan, dia bersama warga langsung menuju lokasi untuk membantu penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Saat ini petugas sedang melakukan pemadaman,” kata Lalu Winakse di lokasi kejadian, Sabtu malam.

Lalu mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Petugas bersama warga juga melakukan upaya evakuasi terhadap penghuni rumah adat yang terdampak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel dan kendaraan pemadam kebakaran ke lokasi.

“Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman,” katanya.

Kebakaran tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sengkol-Mandalika. Akses kendaraan di sekitar lokasi terdampak aktivitas petugas yang melakukan pemadaman.

Informasi dari warga yang beredar di media sosial menyebutkan api membakar rumah-rumah adat di kawasan tersebut. Salah seorang warga yang melakukan siaran langsung juga menyampaikan bahwa kebakaran diduga berkaitan dengan korsleting kabel listrik.

Namun, informasi mengenai penyebab kebakaran tersebut belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang. Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

Rumah Adat Sade Punya Nilai Budaya

Kampung adat Sade merupakan salah satu kawasan yang memperlihatkan kehidupan masyarakat Suku Sasak di Lombok. Rumah tradisional di kawasan tersebut dibangun dengan mempertahankan nilai estetika dan kearifan lokal.

Rumah adat Suku Sasak umumnya menggunakan bahan alami seperti kayu, bambu, jerami, serta anyaman bambu atau bedek sebagai dinding. Lantainya dibuat dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

Teknik tersebut merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Campuran tersebut membuat lantai tanah menjadi keras.

Rumah tradisional Suku Sasak juga memiliki karakteristik berupa satu pintu yang relatif sempit dan rendah serta tidak dilengkapi jendela. Bahan kayu dan bambu yang digunakan untuk membangun rumah diperoleh dari lingkungan sekitar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online