Iran Ingatkan AS-Israel soal Serangan, Produksi Senjata Naik 2,5 Kali Lipat

Newswire
Newswire Selasa, 06 Oktober 2026 23:27 WIB
Iran Ingatkan AS-Israel soal Serangan, Produksi Senjata Naik 2,5 Kali Lipat

Rudal Iran- Photo by Moslem Daneshzadeh on Unsplash via MUI.or.id\r\n\r\n

Harianjogja.com, ISTANBUL—Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa setiap serangan baru akan dibalas dengan respons tegas. Teheran juga mengungkapkan kapasitas produksi senjata, peralatan pertahanan, dan amunisinya telah meningkat signifikan sejak perang yang dimulai pada 28 Februari.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik mengatakan Iran telah menyiapkan sejumlah target potensial yang dapat diserang sebagai respons terhadap agresi baru. Menurut dia, serangan berikutnya akan menimbulkan kerugian lebih besar bagi pihak yang menyerang Iran.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan pernyataan tersebut pada Selasa. Talaei-Nik juga menyampaikan bahwa angkatan bersenjata Iran telah dibekali berbagai senjata dan teknologi canggih untuk menghadapi kemungkinan serangan baru.

Ketika ditanya mengenai respons Iran terhadap kemungkinan serangan di Kuh-e Kolang atau Pickaxe Mountain, Talaei-Nik mengatakan target yang dapat diserang angkatan bersenjata Iran sebagai respons atas agresi baru telah disiapkan.

Dia mengatakan persenjataan dan teknologi yang telah tersedia mencakup kemampuan rudal dan drone, sistem pertahanan udara yang ditingkatkan, serta sistem angkatan laut, darat, dan udara lainnya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran tersebut kembali menegaskan bahwa target potensial yang dapat diserang sebagai respons terhadap serangan lain telah diidentifikasi dan disiapkan.

Produksi Senjata Iran Meningkat 2,5 Kali Lipat

Selain menyiapkan kemampuan untuk merespons serangan, Iran juga meningkatkan kapasitas produksi persenjataannya. Taleik-Nik menyampaikan kapasitas produksi senjata, peralatan pertahanan, dan amunisi Iran kini meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan tingkat sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari.

“Produksi beberapa jenis senjata meningkat lebih dari tiga kali lipat,” katanya.

Menurut dia, peningkatan kapasitas tersebut mencakup berbagai jenis sistem dan peralatan pertahanan. Kementerian Pertahanan Iran bersama jaringan mitranya kini memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih dari 1.000 jenis sistem, senjata, peralatan, dan amunisi.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Iran memperkuat kemampuan militernya di tengah ketegangan dengan AS dan Israel. Iran menyatakan telah meningkatkan kemampuan rudal, drone, pertahanan udara, serta sistem angkatan laut, darat, dan udara.

Kerja Sama Iran dengan Rusia dan China Berlanjut

Di tengah ketegangan tersebut, Iran juga memastikan kerja sama pertahanannya dengan Rusia dan China tetap berjalan. Talaei-Nik mengatakan perkembangan terbaru tidak menghentikan maupun menurunkan kerja sama pertahanan dengan kedua negara tersebut.

Menurut dia, kerja sama strategis dengan Moskow dan Beijing tetap berjalan berdasarkan perjanjian yang telah ada. Pertukaran antara Iran dengan kedua negara juga terus berlangsung di bidang politik dan pertahanan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran itu menambahkan bahwa diplomasi pertahanan dan konsultasi dengan Rusia serta China bahkan meningkat di sejumlah bidang. Namun, dia tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai bidang-bidang tersebut.

Ketegangan terbaru ini menyusul perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Dalam konflik tersebut, serangan menyasar fasilitas militer dan nuklir Iran serta sejumlah pejabat senior militer.

Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta target militer AS di kawasan. Dalam situasi tersebut, Iran kembali menegaskan kesiapan militernya dengan menyiapkan target potensial dan meningkatkan kapasitas produksi persenjataan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online