Gerbong Polri Berganti di Awal Kepemimpinan Kapolri Suyudi

Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma Rabu, 07 Oktober 2026 12:37 WIB
Gerbong Polri Berganti di Awal Kepemimpinan Kapolri Suyudi

Pelantikan Komjen Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026)./BPMI Setpres\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri langsung diikuti perubahan besar dalam struktur kepolisian. Sehari setelah dilantik menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Suyudi menerbitkan surat mutasi terhadap 88 personel.

Listyo Sigit Prabowo kini mengemban amanat baru sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Sementara itu, Suyudi dilantik sebagai Kapolri setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI pada Kamis (1/10/2026).

Surat mutasi terhadap 88 personel tersebut mencakup pejabat utama Mabes Polri hingga Kapolda di berbagai wilayah strategis.

Perubahan gerbong kepemimpinan kemudian berlanjut di Gedung Rupattama, Mabes Polri, pada Sabtu (3/10/2026). Sebanyak 23 Perwira Tinggi (Pati) mengikuti rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, hingga korps rapor kenaikan pangkat.

Dalam rangkaian tersebut, tujuh perwira menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen Pol), yakni Sandi Nugroho, Dadang Hartanto, Dedy Kusuma Bakti, Asep Safrudin, Hery Herjawan, Andik Setiyono, serta Rudi Darmoko.

Sebanyak 14 Pati lainnya resmi menyandang pangkat bintang dua atau Irjen Pol. Mereka di antaranya Agus Dwi Hermawan, Putu Putera Sadana, Hendra Kurniawan, Tubagus Ami Prindani, Yosi Muhamartha, Deni Dharmapala, Sonny Irawan, Rony Samtana, dan Adi Vivid Agustiadi Bachtiar hingga Adex Yudiswan.

Sementara itu, dua perwira lainnya, Anwar Haidar dan M. Darwis Debby Hermawan, resmi menjabat sebagai Brigadir Jenderal (Brigjen Pol).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi, rotasi jabatan, serah terima jabatan, pelantikan, serta kenaikan pangkat merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Kadiv Humas Polri Johnny dalam keterangannya di Jakarta.

Bawa Tagline Polisi Bersama Masyarakat

Selain perubahan susunan pejabat, kepemimpinan Suyudi juga membawa tagline baru bagi Polri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”. Tagline tersebut menggantikan slogan sebelumnya, Presisi.

Isir mengatakan tagline baru itu menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian. Kebutuhan dan kepentingan masyarakat menjadi bagian utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Isir di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Isir, tagline tersebut sejalan dengan arah transformasi Polri yang disampaikan Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI pekan lalu.

Karena itu, Polri menyatakan siap menerima kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan untuk memperbaiki pelayanan dan pelaksanaan tugas.

“Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” pungkasnya.

Pengamat Sebut Gerak Cepat Suyudi seperti Blitzkrieg

Pergantian sejumlah pejabat elite dalam waktu singkat setelah Suyudi dilantik mendapat perhatian dari Pengamat Kepolisian ISESS Bambang Rukminto.

Bambang menilai pergantian tersebut tidak bisa dipandang sekadar sebagai rotasi rutin. Menurut dia, perubahan dalam skala besar tersebut menunjukkan adanya perubahan konfigurasi elite kepolisian pada awal kepemimpinan Suyudi.

“Saya melihat Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto sedang melakukan semacam 'Blitzkrieg' atau operasi kilat. Bahkan, dengan begitu banyak posisi strategis yang disentuh sekaligus, langkah tersebut terkesan seperti 'bedol desa',” ujar Bambang saat dihubungi, Senin (5/10/2026).

Secara organisasi, mutasi tersebut merupakan bagian dari penyegaran, konsolidasi, dan kebutuhan organisasi. Namun, dari perspektif politik-organisasional, Bambang menilai pergantian dalam skala besar pada awal kepemimpinan dapat dipandang sebagai upaya membangun gerbong kepemimpinan baru.

Bambang menyebut perspektif tersebut wajar. Namun, menurut dia, arah kebijakan Polri selanjutnya perlu mengarah pada konsolidasi reformasi.

“Jika pergantian pejabat hanya menghasilkan perpindahan orang dari satu jabatan ke jabatan lain tanpa perubahan sistem promosi, mutasi, pendidikan dan pengembangan karier, maka perubahan tersebut hanya bersifat kosmetik,” imbuhnya.

100 Hari Pertama Jadi Masa Penting

Bambang menilai 100 hari pertama kepemimpinan Suyudi menjadi periode penting untuk melihat arah perubahan Korps Bhayangkara.

Dia menyarankan reformasi kepolisian tidak hanya berfokus pada jajaran elite. Menurutnya, petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat berada di level bawah, seperti Polsek, Polres, maupun Bhabinkamtibmas.

Hal tersebut dinilai penting karena Suyudi membawa tagline “Polisi Bersama Masyarakat”.

“Karena itu, 100 hari pertama seharusnya bukan sekadar periode untuk menunjukkan bahwa Kapolri baru mampu mengendalikan organisasi. Lebih penting dari itu, periode tersebut harus menunjukkan bahwa organisasi mulai dikendalikan oleh sistem yang lebih profesional dan akuntabel,” pungkasnya.

Daftar Pejabat Utama Mabes Polri
Sebanyak 14 pejabat utama Mabes Polri yang tercantum dalam daftar tersebut yakni:

Irwasum Polri Komjen Asep Edi Suheri
Kabaintelkam Polri Komjen Dedy Kusuma Bakti
Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin
Kabaharkam Polri Komjen Hery Herjawan
Kalemdiklat Polri Komjen Rudi Darmoko
Astamarena Kapolri Komjen Andik Setiyono
Aslog Kapolri Irjen Agus Dwi Hermawan
As SDM Kapolri Irjen Deni Dharmapala
Kadivpropam Polri Irjen Mahmud Nazly Harahap
Kadiv TIK Polri Irjen Roberto G. M. Pasaribu
Kadensus 88 AT Polri Irjen Tubagus Ami Prindani
Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta N.
Kakortastipidkor Polri Irjen Arie Ardian Rishadi
Koorspripim Polri Kombes Didik Hariyanto

Daftar 19 Kapolda Baru
Berikut daftar 19 Kapolda baru yang tercantum dalam naskah:

Kapolda Metro Jaya Irjen Dadang Hartanto
Kapolda Maluku Irjen Suwondo Nainggolan
Kapolda Kepulauan Riau Irjen Suhendri
Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat
Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Reza Arief Dewanto
Kapolda Jawa Barat Irjen Hengki
Kapolda Banten Brigjen Hendra Kurniawan
Kapolda Jawa Tengah Brigjen Roy Hardi Siahaan
Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono
Kapolda Bali Brigjen Pasma Royce
Kapolda Sumatera Barat Irjen Jawari
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen M. Awal Chairuddin
Kapolda Jambi Irjen Widodo
Kapolda Gorontalo Irjen Nurworo Danang
Kapolda Sumatera Utara Brigjen Sonny Irawan
Kapolda Sumatera Selatan Brigjen Rony Samtana
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rizal Irawan
Kapolda Sulawesi Barat Irjen Totok Suharyanto
Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen Langgeng Purnomo

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online