Gempa M5,4 Guncang Perairan Sulteng, Terasa hingga Gorontalo

Newswire
Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 06:07 WIB
Gempa M5,4 Guncang Perairan Sulteng, Terasa hingga Gorontalo

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah perairan yang berjarak sekitar 57 kilometer timur laut Pulau Puah, Sulawesi Tengah, Minggu (23/8/2026) dini hari. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 03.57 WITA. Episentrum gempa berada di koordinat 0,30 derajat Lintang Selatan dan 123,06 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 86 kilometer.

Getaran gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah, termasuk Luwuk, Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan dari BMKG terkait kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

Gempa M5,2 Terjadi Tiga Menit Sebelumnya

Gempa M5,4 tersebut terjadi hanya berselang sekitar tiga menit setelah gempa berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah perairan yang berjarak sekitar 93 kilometer dari Bone Bolango, Gorontalo.

Gempa M5,2 tercatat terjadi pada pukul 03.54 WITA. Episentrumnya berada di koordinat 0,30 derajat Lintang Selatan dan 123,06 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 86 kilometer.

Dua kejadian gempa tersebut tercatat dalam informasi BMKG pada Minggu dini hari.

BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Untuk gempa M5,4, BMKG menyatakan tidak terdapat potensi tsunami. Meski demikian, masyarakat yang merasakan getaran diimbau tetap tenang dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG maupun instansi terkait.

Informasi mengenai dampak gempa, termasuk kemungkinan kerusakan atau korban, masih menunggu perkembangan laporan dari wilayah yang terdampak.

Mengingat Indonesia rawan aktivitas seismik, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana gempa bumi. Langkah antisipasi dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan memastikan penataan furnitur yang aman, memeriksa ketahanan struktur bangunan, serta mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat.

Apabila terjadi guncangan, terapkan prinsip utama perlindungan diri yaitu merunduk, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan berpegangan (drop, cover, hold on) hingga guncangan mereda, serta hindari penggunaan lift atau tangga secara terburu-buru.

Warga juga diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu atau rumor yang tidak jelas sumbernya, serta selalu memantau informasi resmi terkini mengenai kebencanaan hanya melalui saluran komunikasi terpercaya dari BMKG maupun BPBD setempat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online