4 ABK WNI Korban Perompak Somalia Tiba di Tanah Air

Newswire
Newswire Selasa, 06 Oktober 2026 21:27 WIB
4 ABK WNI Korban Perompak Somalia Tiba di Tanah Air

Empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh kelompok pembajak di Somalia tiba ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Selasa malam./Antara-Azmi Samsul M)

Harianjogja.com, TANGERANG— Empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) MT Honour 25 dan menjadi korban pembajakan oleh kelompok perompak di Somalia akhirnya kembali ke tanah air.

Keempat WNI tersebut tiba melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Selasa malam. Mereka sebelumnya menjalani perjalanan panjang setelah berhasil keluar dari penahanan kelompok perompak Somalia melalui proses negosiasi yang melibatkan sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri.

Empat ABK WNI tersebut masing-masing adalah Ashari Samadikun, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kemudian Adi Faizal, 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah, serta Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.

Proses pembebasan para awak kapal dilakukan melalui negosiasi yang melibatkan KBRI Nairobi di Kenya serta KBRI Islamabad dan KJRI Karachi di Pakistan.

Disambut Menko PMK dan Menlu

Kedatangan empat korban penyanderaan tersebut disambut langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir.

Berdasarkan pantauan Antara di Terminal VVIP Bandara Soetta, keempat korban tiba sekitar pukul 18.41 WIB. Sejumlah keluarga dan kerabat juga hadir untuk menyambut kepulangan para ABK WNI tersebut.

Suasana haru terlihat saat keluarga bertemu kembali dengan korban setelah melalui insiden penyanderaan. Salah satu orang tua WNI ABK bahkan tidak kuasa menahan kesedihan hingga tidak sadarkan diri setelah melihat langsung anaknya terbebas dari insiden tersebut.

Menko PMK Sugiono mengatakan pemulangan empat WNI tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia.

Pemerintah juga memastikan proses pemulihan para korban setelah penyanderaan mendapatkan perhatian. Pemulihan fisik dan mental menjadi bagian yang dipastikan berjalan secara optimal, termasuk melalui penanganan kesehatan.

"Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik," katanya.

Pemerintah Apresiasi Pihak yang Terlibat

Atas keberhasilan pembebasan dan pemulangan empat WNI tersebut, Sugiono menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan.

Apresiasi tersebut secara khusus ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaunde, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses pembebasan dan pemulangan.

"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaunde, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini," kata dia.

Pembajakan MT Honour 25 di Somalia

Sebelumnya, pada 30 April, Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyatakan empat WNI yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia dalam kondisi baik. Saat itu, penanganan kasus pembajakan tersebut masih berlangsung.

Awak kapal MT Honour 25 yang dibajak terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, seorang warga India, dan seorang warga Myanmar. Empat WNI tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Kementerian Luar Negeri juga telah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan kebutuhan logistik para WNI yang disandera tetap terpenuhi. Selain itu, gaji para awak kapal tetap dibayarkan oleh pemberi kerja.

Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak di Somalia menyusul pembajakan kapal yang berlangsung pada 22 April di perairan sekitar Hafun, bagian timur laut Somalia.

Penanganan kasus tersebut dilakukan dengan melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait. Dalam prosesnya, keselamatan para ABK tetap menjadi prioritas.

Setelah melalui proses negosiasi dan penanganan yang melibatkan berbagai pihak, empat WNI korban pembajakan MT Honour 25 akhirnya dapat keluar dari penahanan perompak Somalia dan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online