Venezuela Konfirmasi 3 Kematian akibat Hantavirus di Anzoategui
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, KENDARI—Wilayah Kendari diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu (15/4/2026) pagi. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar lokal yang dikenal sebagai Kendari North.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan gempa terjadi sekitar pukul 07.00 WITA dengan magnitudo 2,8. Meski tergolong kecil, getarannya cukup dirasakan oleh warga di sejumlah titik di Kota Kendari.
“Hasil analisis menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 3,97 LS dan 122,53 BT, atau sekitar 3 kilometer arah timur Kendari, dengan kedalaman 3 kilometer,” ujarnya.
Termasuk Gempa Dangkal
Menurut Nasrol, jika dilihat dari kedalaman hiposenter yang relatif dangkal, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar Kendari North. Jenis gempa seperti ini umumnya terasa lebih jelas di permukaan meskipun magnitudonya kecil.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG serta laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan sering diibaratkan seperti ada kendaraan berat melintas.
“Getaran dirasakan cukup jelas di dalam rumah, seperti ada truk yang lewat,” kata Nasrol.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga pukul 07.30 WITA, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemantauan juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika terjadi gempa susulan dalam beberapa waktu ke depan.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi Info BMKG, maupun media sosial resmi.
“Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu,” tegas Nasrol.
Gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara, berada di kawasan rawan aktivitas tektonik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana menjadi hal yang sangat penting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.