Kementan Targetkan Tambahan 600.000 Sapi Perah hingga 2029

Newswire
Newswire Rabu, 30 September 2026 19:37 WIB
Kementan Targetkan Tambahan 600.000 Sapi Perah hingga 2029

Peternakan sapi perah yang ada di Kabupaten Sleman. // Istimewa/Dokumen DP3 Sleman

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menargetkan penambahan populasi sapi perah indukan sedikitnya 600.000 ekor hingga 2029 untuk mempercepat swasembada susu nasional. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap susu impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan memprioritaskan penyerapan produksi susu dari peternak dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor,” tegas Amran dalam keterangan resmi, Rabu (30/9/2026).

Saat ini, produksi susu segar lokal masih jauh dari kebutuhan domestik. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyebut produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20% dari total kebutuhan susu nasional.

Karena itu, penambahan ratusan ribu sapi perah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus menekan rasio impor secara signifikan pada 2030 mendatang.

Pembiayaan Sapi Perah Disiapkan

Untuk mengejar target populasi tersebut, pemerintah menyiapkan skema dukungan pembiayaan yang disesuaikan dengan karakter usaha peternakan.

Dukungan tersebut mencakup uang muka pembelian sapi, asuransi, fasilitas kandang, hingga pengadaan alat perah. Skema pembiayaan itu juga akan disinergikan dengan fasilitas perbankan.

Namun, peningkatan jumlah sapi dan produksi susu tidak cukup hanya mengandalkan sisi peternakan. Kapasitas industri dan pasar untuk menyerap susu segar juga perlu disiapkan secara bersamaan.

Agung menegaskan produksi susu peternak harus mendapatkan kepastian pasar agar peningkatan produksi tidak justru menimbulkan persoalan baru di tingkat peternak.

“Tidak boleh ada susu segar peternak yang tidak terserap. Kalau produksi ditingkatkan, industri dan pasarnya juga harus siap. Peternak perlu mendapat kepastian bahwa susu yang mereka hasilkan memiliki pasar,” ujar Agung.

Koperasi Jadi Penghubung Peternak dan Industri

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) turut menyoroti peran koperasi dalam membangun kemandirian susu nasional.

Menurutnya, koperasi memiliki posisi strategis sebagai jembatan yang menghubungkan peternak dengan industri. Rantai pasok susu nasional dinilai perlu dibangun secara inklusif agar peningkatan populasi sapi juga diikuti kemampuan peternak menghasilkan susu secara produktif dan berkelanjutan.

“Kemandirian susu nasional bukan sekadar persoalan menambah sapi, tetapi membangun ekosistem yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Titiek.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online