BMKG Ingatkan Hujan Petir Ancam Sejumlah Kota Besar Hari Ini
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Drone Kamikaze yang dijuluki Rajata produksi PT Dahana /Ist
Harianjogja.com, WASHINGTON — Amerika Serikat dilaporkan belum sepenuhnya siap menghadapi skala ancaman pesawat nirawak (drone) milik Iran di kawasan Timur Tengah. Hal itu mencuat setelah operasi militer bersama Israel terhadap Republik Islam tersebut.
Laporan CNN pada Selasa (17/3/2026) menyebut, salah satu hambatan utama berasal dari minimnya dukungan Kongres Amerika Serikat dalam mempercepat pengadaan sistem penangkal drone serta pengembangan inovasi pertahanan terkait.
Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa keterlambatan tersebut membuat kesiapan menghadapi ancaman drone belum optimal.
Dalam laporan yang sama, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies, Mark Cancian, menilai Iran dan negara lain akan terus mengembangkan taktik baru dalam penggunaan drone.
“Iran dan negara lain akan mencermati apa yang terjadi dan akan mengembangkan taktik baru serta adaptasi baru dari drone … dinamika langkah, langkah balasan, dan balasan terhadap balasan ini akan terlihat pada penggunaan drone, seperti yang pernah kita lihat pada perangkat peledak improvisasi,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah sumber lain dalam laporan tersebut menyebut AS sebenarnya memiliki tingkat kesiapan tertentu. Hal itu didukung pengalaman kerja sama militer dengan mitra di Ukraina dan Eropa dalam beberapa tahun terakhir, serta pemantauan intensif terhadap konflik di kawasan tersebut.
Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, sehingga meningkatkan eskalasi konflik di kawasan.
Pada awalnya, AS dan Israel menyatakan operasi tersebut sebagai langkah awal untuk meredam ancaman program nuklir Iran. Namun, arah kebijakan kemudian bergeser dengan munculnya keinginan perubahan kekuasaan di Iran.
Dalam perkembangan lain, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serangan tersebut. Pemerintah Iran pun menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras peristiwa tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyerukan deeskalasi segera serta penghentian permusuhan guna mencegah konflik semakin meluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.