Banyumas Bidik Wisatawan lewat Insentif untuk Agen Travel
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning/Antara
Harianjogja.com, ISTANBUL— Filipina dan China kembali saling melontarkan kritik terkait sengketa di Laut China Selatan. Perselisihan terbaru terjadi saat Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. menghadiri forum pertahanan di Korea Selatan.
Dalam tayangan forum Seoul Defense Dialogue (SDD), Selasa, Teodoro terlihat menerima secarik pesan dari pihak China ketika sedang menjawab pertanyaan di atas panggung.
Pesan tersebut berisi posisi China mengenai sengketa di Laut China Selatan. Teodoro kemudian membacakan isi pesan itu satu per satu sekaligus memberikan tanggapan keras.
Filipina Balas Pernyataan China
"Posisi China atas arbitrase Laut China Selatan jelas, konsisten, dan tegas," kata surat tersebut, sebagaimana dibaca Teodoro.
Menanggapi pernyataan itu, Teodoro mengatakan Beijing "tidak berpendirian".
Dalam pesan tersebut, China juga menyatakan bahwa "arbitrase tersebut melanggar prinsip dasar hukum internasional".
"Berarti apa yang kalian tandatangani, UNCLOS, juga melanggar hukum internasional juga," kata dia membaca surat dari pihak China, merujuk kepada Konvensi PBB tentang Hukum Laut.
Mahkamah Arbitrase (PCA) yang berbasis di Den Haag, Belanda, pada 2016 memutuskan bahwa klaim maritim China di Laut China Selatan tidak memiliki kekuatan hukum.
Namun, pesan dari China menyebut, "Apa yang disebut 'putusan' itu ilegal, batal, dan tidak berlaku".
Teodoro kemudian kembali membalas pernyataan tersebut.
"Kalian berkata hal itu tak berkekuatan hukum karena kalian tidak mau mematuhi UNCLOS".
Pesan China juga menegaskan, "China tidak akan menerima dan mengakui putusan itu," ucap Teodoro dengan lantang saat membacakan isi pesan tersebut.
"Tentu saja, karena kalian kalah," balasnya.
Teodoro menyebut pesan tersebut sebagai "bentuk koersi, perundungan, dan agresi".
Meski demikian, dia mengaku akan menyimpan surat pesan tersebut sebagai kenang-kenangan akan "betapa putus asanya China".
China Minta Filipina Hentikan Provokasi
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan dalam konferensi pers pada Rabu bahwa dirinya "tak tahu pasti apa yang terjadi dalam kegiatan tersebut".
"Tetapi, posisi China sudah jelas soal apa yang disebut 'arbitrase Laut China Selatan' itu," kata dia.
Mao Ning menyatakan Manila "secara sepihak mengajukan gugatan tersebut, yang merupakan distorsi dan penyelewengan terhadap mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan UNCLOS".
Dia juga menuding Filipina melanggar prinsip UNCLOS serta merongrong "integritas dan wewenangnya".
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China tersebut kemudian mendesak Teodoro untuk "menghentikan provokasi dan sandiwaranya, serta berhenti mengganggu hubungan China-Filipina dan stabilitas di Laut China Selatan".
Ketegangan Laut China Selatan
Insiden tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang terus terjadi antara China dan Filipina di Laut China Selatan. Kedua negara berulang kali terlibat dalam bentrokan untuk menegaskan klaim teritorial masing-masing.
Laut China Selatan menjadi salah satu jalur perdagangan laut tersibuk di dunia. Nilai perdagangan yang mengalir melalui kawasan tersebut mencapai triliunan dolar AS setiap tahunnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Dino Patti Djalal membantah hoaks bertamu ke rumah Dubes Singapura bersama Saiful Mujani dan menilai kabar itu sebagai upaya menggiring opini.
Arema FC menang 4-0 atas Dewa United di Stadion Kanjuruhan. Careca mencetak dua gol, disusul Samuel Otusanya dan Juliam Guevara.
Anggota VI BPK Fathan Subchi meninggal dunia pada usia 56 tahun saat menjalankan tugas pemeriksaan di Moskow, Rusia, Minggu (25/10/2026).
Warga Cawan menghentikan penambangan pasir dan batu dengan alat berat di bantaran Sungai Progo karena mengancam konservasi dan wisata Mbudho Island
Pengawal Energi 2026 pada 24 Oktober–1 November untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi di 3.679 SPBU.