Polri Kerahkan Tim SAR dan 10 K-9 Cari Korban Gempa NTT
Polri mengirim 21 personel SAR, 10 anjing K-9, logistik 2,5 ton, dan Wi-Fi portable untuk membantu pencarian korban gempa NTT.
Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan 58.873 jamaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi dalam kondisi terpantau menyusul eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sejumlah penerbangan internasional. Pemerintah menegaskan keselamatan jamaah umrah Indonesia menjadi prioritas utama di tengah dinamika situasi regional tersebut.
Data melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat puluhan ribu jamaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Angka tersebut menjadi dasar Kemenhaj dalam melakukan pemantauan intensif bersama perwakilan RI dan otoritas setempat.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Puji Raharjo mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.
“Kami mengimbau kepada seluruh jamaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi operasional sejumlah maskapai penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Sejumlah maskapai dilaporkan melakukan perubahan rute hingga penundaan jadwal penerbangan sebagai langkah antisipatif terhadap perkembangan situasi regional.
Dampak dari penyesuaian operasional tersebut dirasakan pada jadwal keberangkatan maupun kepulangan jamaah umrah Indonesia, baik yang saat ini berada di Arab Saudi maupun calon jamaah yang masih berada di tanah air dan menunggu jadwal terbang.
Puji meminta seluruh PPIU menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh guna memastikan setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jamaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” katanya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada jamaah umrah Indonesia, termasuk memastikan setiap penyesuaian kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.
Kemenhaj juga mengimbau keluarga jamaah umrah di tanah air agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Komunikasi diharapkan tetap dilakukan melalui PPIU masing-masing guna memperoleh informasi resmi dan dapat dipertanggungjawabkan terkait perkembangan situasi jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri mengirim 21 personel SAR, 10 anjing K-9, logistik 2,5 ton, dan Wi-Fi portable untuk membantu pencarian korban gempa NTT.
Enam pelabuhan di NTT terdampak gempa, termasuk Labuan Bajo. Kemenhub melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan fasilitas.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT aman setelah gempa M7,7. Mereka dievakuasi ke perbukitan menyusul peringatan tsunami.
Kolaborasi akademisi lintas kampus mendorong kebencanaan inklusif, penguatan disabilitas, dan ekonomi warga di kawasan Merapi.
Bareskrim membongkar dugaan penyelundupan emas ilegal oleh dua WN India di Sunter. Polisi menemukan 2,5 kg emas dan residu 18 kg.
Taiwan membidik wisatawan Indonesia dengan wisata ramah Muslim, kuliner, budaya, hingga destinasi lokal untuk libur akhir tahun dan Tahun Baru.