Inflasi Pangan Meningkat Mencapai 5,03%, BI Soroti Dampak El Nio di Sejumlah Daerah
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, TANGERANG — Banjir Kabupaten Tangerang kembali meluas setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Sedikitnya 27 kecamatan terdampak, dengan jumlah korban mencapai 33 ribu kepala keluarga atau sekitar 133 ribu jiwa yang kini merasakan langsung dampak genangan air.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa dari total 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, sebagian besar wilayah mengalami banjir akibat meluapnya sejumlah aliran sungai dan danau.
“Dari jumlah total 29 wilayah kecamatan, yang terdampak bencana sebanyak 27 kecamatan dengan 33 ribu KK atau 133 ribu jiwa terdampak banjir,” kata Maesyal, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi sehingga debit air di beberapa sungai tidak mampu tertampung dan akhirnya meluap ke permukiman warga. Selain itu, luapan dari Situ Gelam turut memperparah kondisi genangan di sejumlah titik.
Meski perkembangan terkini menunjukkan sebagian wilayah mulai berangsur surut, masih terdapat kawasan yang tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.
“Saat ini yang masih banjir itu rata-rata ada luapan dari Sungai Cidurian, Sungai Cirarab, dan juga ada Situ Gelam. Itu memang penyebabnya adalah tingginya curah hujan, dan air di sungai sudah tidak mampu lagi untuk mengakomodir hingga meluap,” katanya.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan penanganan darurat sekaligus pemulihan pascabencana.
“Upaya pemerintah daerah mengerahkan semua OPD terkait. Sejak kemarin terus melakukan penanganan banjir, baik terhadap korban maupun penanganan sumber banjir,” tuturnya.
Selain fokus pada evakuasi dan bantuan kepada warga terdampak, Pemkab Tangerang juga mulai menjalankan langkah teknis berupa normalisasi sungai serta menjalin koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pengelola aliran sungai di wilayah tersebut.
“Secara bertahap sudah diagendakan untuk pengadaan pembelian pompa air dengan skala yang lebih besar untuk membuang air supaya tidak banjir lagi,” ujarnya.
Untuk solusi jangka panjang, pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga lembaga pusat.
“Kami sudah diundang oleh Gubernur, BBWS, BPN, hingga Wali Kota Tangerang mengenai pembahasan penanganan banjir untuk mencari solusi,” ungkap Maesyal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 23 Oktober 2026. Tersedia 12 jadwal keberangkatan dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Rencana penghentian ekspor gas perlu diimbangi kesiapan pembeli domestik, infrastruktur penyaluran, dan kepastian harga bagi kontraktor migas.
BMKG menyebut sejumlah daerah di Jawa Tengah masih waspada kekeringan pada akhir Oktober 2026. Purworejo mencatat 172 hari tanpa hujan.
Kemenag Kulonprogo menggelar salat istisqa di Pengasih saat kemarau panjang. Warga diajak beristighfar, menjaga lingkungan, dan menghemat air.
PSM Makassar menang 1-0 atas Persebaya Surabaya lewat gol bunuh diri Yuran Fernandes. Agung Mannan mendapat kartu merah pada menit 90+3.