Voxpol: Tingkat Kepercayaan Publik pada Pemerintah Capai 63,1 Persen

Newswire
Newswire Kamis, 22 Oktober 2026 16:57 WIB
Voxpol: Tingkat Kepercayaan Publik pada Pemerintah Capai 63,1 Persen

Lembaga survei - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Survei Voxpol Center Research and Consulting mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 63,1 persen. Sementara itu, sebanyak 35,7 persen responden menyatakan kurang atau tidak percaya terhadap pemerintahan tersebut.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi mengatakan tingkat kepercayaan itu menunjukkan penilaian positif masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.

"Tingkat kepercayaan responden terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tergolong kuat, mencapai 63,1 persen, sementara 35,7 persen menyatakan kurang atau tidak percaya," kata Pangi di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Pangi, tingkat kepercayaan publik tersebut dapat menjadi modal bagi pemerintah untuk memperkuat kinerja, merealisasikan program prioritas, serta menjaga kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepercayaan Tertinggi Tercatat di Bali-Nusa Tenggara

Pangi menjelaskan kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tersebar di berbagai wilayah, kelompok usia, tingkat pendidikan, dan kelompok pendapatan.

Berdasarkan wilayah, tingkat keyakinan tertinggi tercatat di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah tersebut mencatat angka sebesar 88,40 persen.

"Mayoritas masyarakat menilai pemerintahan Prabowo–Gibran mampu menjalankan pemerintahan, dengan tingkat keyakinan tertinggi di wilayah Bali–NTB–NTT sebesar 88,40 persen, disusul Sulawesi (75,60 persen), dan Maluku–Papua (71,30 persen), serta relatif terjaga di sebagian besar wilayah lainnya mencerminkan kepercayaan publik yang cukup kuat," ujarnya.

Setelah Bali-NTB-NTT, tingkat keyakinan tertinggi berikutnya tercatat di Sulawesi sebesar 75,60 persen, kemudian Maluku-Papua sebesar 71,30 persen.

Dari sisi afiliasi politik, pemilih Partai Gerindra disebut menjadi kelompok dengan tingkat kepercayaan terkuat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pangi menilai tingkat kepercayaan tersebut memberikan peluang bagi pemerintah untuk memperkuat legitimasi dan menjaga konsistensi kinerja. Menurut dia, dukungan publik juga dapat diperluas melalui pemerataan manfaat kebijakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Metode Survei Voxpol

Survei Voxpol Center Research and Consulting dilaksanakan pada 3-12 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih menggunakan aplikasi berbasis Android, yakni i-voxpol.

Penelitian tersebut menggunakan metode multistage random sampling untuk memastikan keterwakilan populasi. Voxpol mencantumkan margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei ini menjadi salah satu gambaran mengenai penilaian masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran pada Oktober 2026.

Poltracking Catat Kepercayaan Publik Turun dalam Setahun

Sementara itu, survei Poltracking Indonesia mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 64,8 persen pada Oktober 2026. Angka tersebut turun 16,7 poin persentase dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 81,5 persen.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menjelaskan angka kepercayaan pada Oktober 2026 terdiri atas 54 persen responden yang cukup percaya dan 10,8 persen yang sangat percaya.

Data tren Poltracking menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mengalami penurunan sejak Oktober 2025, meskipun terdapat perubahan angka pada sejumlah periode pengukuran.

Pada Oktober 2025, tingkat kepercayaan tercatat sebesar 81,5 persen. Angka itu turun menjadi 75,1 persen pada Maret 2026 dan 74,2 persen pada Mei 2026.

Penurunan berlanjut hingga 65 persen pada Juli 2026 dan 63,2 persen pada Agustus 2026. Pada Oktober 2026, tingkat kepercayaan kembali meningkat menjadi 64,8 persen.

Dengan demikian, angka Oktober 2026 naik 1,6 poin persentase dibandingkan Agustus 2026, tetapi masih lebih rendah 0,2 poin persentase dibandingkan Juli 2026.

Ketidakpercayaan Meningkat, Persepsi atas Kebijakan Juga Diukur

Poltracking juga mencatat peningkatan persentase responden yang menyatakan tidak percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Angkanya naik dari 15,6 persen pada Oktober 2025 menjadi 32,1 persen pada Oktober 2026.

Pada survei terbaru, sebanyak 28,2 persen responden menyatakan kurang percaya dan 3,9 persen menyatakan sangat tidak percaya. Sementara itu, 3,1 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Selain mengukur tingkat kepercayaan secara umum, Poltracking menelusuri penilaian masyarakat terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah.

Hasilnya, sebanyak 61,3 persen responden percaya bahwa kebijakan pemerintah ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat kecil. Angka tersebut terdiri atas 50,7 persen yang cukup percaya dan 10,6 persen yang sangat percaya.

Poltracking juga mencatat 62,1 persen responden menilai pemerintah serius bekerja menyelesaikan persoalan masyarakat. Persentase itu terdiri atas 49,7 persen yang menilai pemerintah cukup serius dan 12,4 persen yang menilai sangat serius.

Kedua survei tersebut sama-sama mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di atas 60 persen pada Oktober 2026. Namun, angka dari kedua lembaga tidak sepenuhnya sama karena berasal dari survei masing-masing dengan metode dan pengukuran yang perlu diperhatikan saat membandingkan hasilnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online