Gibran Minta Lokasi Relokasi Korban Banjir Solok Dipastikan Aman

Newswire
Newswire Jum'at, 25 September 2026 23:47 WIB
Gibran Minta Lokasi Relokasi Korban Banjir Solok Dipastikan Aman

Wakil Presiden Gibran Rakabuming memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang di Posko Utama Bencana Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026)./Antara-Diskominfo Solok

Harianjogja.com, SOLOK— Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mempercepat pendataan warga terdampak banjir bandang. Data tersebut akan menjadi dasar penanganan sekaligus penataan permukiman masyarakat setelah bencana.

Permintaan itu disampaikan Gibran ketika memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang di Posko Utama Bencana Kabupaten Solok, Jumat (25/9).

Dalam rapat tersebut, Gibran meminta pemerintah daerah mendata warga terdampak secara rinci. Pendataan diperlukan agar penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing masyarakat. "Pak Bupati, tolong didata orangnya," ujar dia.

Data Warga Jadi Dasar Penataan Permukiman

Gibran menjelaskan pendataan diperlukan untuk menentukan warga yang membutuhkan penataan kembali permukiman. Hal itu termasuk kemungkinan relokasi bagi masyarakat yang rumahnya terdampak banjir bandang.

Jika relokasi dilakukan, pemerintah diminta memastikan lokasi permukiman baru memperhatikan aspek keselamatan. Kawasan yang dipilih juga harus terhindar dari wilayah yang memiliki risiko bencana. "Pastikan, Pak Bupati, lokasi barunya aman," katanya.

Selain persoalan tempat tinggal, Wapres meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kelompok rentan yang terdampak bencana. Kelompok tersebut antara lain lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Kebutuhan dasar masyarakat juga diminta tetap dipenuhi selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan berlangsung.

Ketersediaan Air Bersih Jadi Perhatian

Gibran turut mengingatkan pemerintah daerah mengenai kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir bandang. Ketersediaan air bersih perlu dipastikan karena sejumlah sumber air ikut terdampak bencana.

Menurut Gibran, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan selama masa tanggap darurat sekaligus proses pemulihan pascabencana.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Wapres juga mengapresiasi koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam menangani bencana di Kabupaten Solok.

Gibran meminta kekompakan antarpihak tersebut dipertahankan sehingga proses pemulihan di Kabupaten Solok dapat dipercepat.

Bupati Laporkan Kerusakan dan Kebutuhan Pemulihan

Bupati Solok Jon Firman Pandu dalam kesempatan tersebut melaporkan kondisi terkini dampak bencana kepada Wapres Gibran.

Laporan tersebut mencakup kerusakan infrastruktur, rumah warga, hingga sejumlah fasilitas pemerintahan yang terdampak banjir bandang.

Selain kondisi kerusakan, Bupati Solok juga menyampaikan kebutuhan penanganan lanjutan. Di antaranya pemulihan fasilitas pemerintahan serta pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Penanganan tersebut menjadi bagian dari langkah lanjutan setelah bencana, bersamaan dengan pendataan warga terdampak dan penataan permukiman yang menjadi perhatian Wapres Gibran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online