Sebar Hoaks dan Provokasi, Sindikat Propaganda Digital Dibekuk Polisi
Polda Metro Jaya menangkap delapan tersangka sindikat propaganda digital yang menyebarkan hoaks, fitnah, dan provokasi di media sosial.
Contoh menu Makan Bergizi Gratis. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. Anak-anak sekolah yang menjadi penerima manfaat terlihat lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar dan memiliki kondisi fisik yang lebih bugar dalam beraktivitas sehari-hari.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, implementasi MBG berpengaruh langsung terhadap kebugaran dan semangat siswa di sekolah.
“Dengan adanya MBG, anak-anak selalu semangat masuk sekolah. Di daerah-daerah, mereka terlihat lebih aktif belajar dan ketika beraktivitas, badannya tampak lebih kuat serta jarang sakit,” ujarnya dalam siniar yang diikuti dari Jakarta, Selasa.
Dadan menjelaskan, hingga saat ini Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat. Sasaran program tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak usia sekolah mulai dari PAUD sampai SMA. Cakupan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.
Meski demikian, Dadan menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah di sekolah. Peran orang tua di rumah dinilai krusial agar pemenuhan gizi anak berlangsung berkelanjutan. Tanpa pemahaman yang memadai, tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia akan sulit tercapai.
“Sering kali orang tua berpikir yang penting anak mau makan, lalu mengikuti keinginan anak, misalnya makan mi dengan nasi. Itu memang sumber energi, tetapi komposisinya tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Karena itu, pemerintah perlu memperluas edukasi agar masyarakat memahami apa yang seharusnya dikonsumsi anak-anak pada masa pertumbuhan,” paparnya.
Ia menambahkan, pemenuhan gizi seimbang sangat ditentukan oleh komposisi makanan. Dalam satu kali makan, anak perlu memperoleh sumber energi, protein, lemak, dan serat agar angka kecukupan gizi (AKG) tubuh dapat terpenuhi secara optimal. Pemahaman ini diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.
“Kami ingin memberikan yang terbaik dengan penggunaan anggaran yang seefektif mungkin dan menjangkau seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke, sehingga tidak ada yang tertinggal. Program MBG terus kami dorong agar mudah dipahami masyarakat, sehingga mereka mengerti bagaimana mendukung keberlanjutan program ini dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Metro Jaya menangkap delapan tersangka sindikat propaganda digital yang menyebarkan hoaks, fitnah, dan provokasi di media sosial.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.
Donald Trump membuka peluang kesepakatan damai dengan Iran, tetapi AS mengancam akan kembali menyerang jika negosiasi gagal.
KPK mendalami temuan uang di rumah Plt Gubernur Riau dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan di Pemprov Riau.
Toy Story 5 dikabarkan menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar dan menjadi salah satu film terlaris 2026. Kesuksesan ini memperpanjang rekor waralaba
Ibu dan dua anak di Wates, Kulonprogo, tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang saat mengendarai sepeda motor. Ketiganya dilarikan ke RSUD Wates.