Pabrik Obat Ilegal di Sukoharjo Digerebek, 16 Orang Ditangkap
Polda Metro Jaya membongkar dua lokasi produksi obat keras ilegal di Sukoharjo. Polisi menyita 7,86 juta butir obat dan mengamankan 16 orang.
Presiden Prabowo Subianto./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi sejumlah hambatan termasuk kasus keracunan di beberapa daerah. Ia meminta agar masalah ini tidak dipolitisasi dan tetap fokus pada tujuan membantu anak-anak mendapatkan gizi layak.
"Harus waspada, jangan sampai ini dipolitisasi," kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.
Presiden Prabowo mengatakan dirinya baru kembali dari kunjungan luar negeri selama tujuh hari, namun terus memantau perkembangan kasus tersebut.
Kepala Negara menyampaikan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta sejumlah pejabat terkait untuk membahas penanganan masalah ini.
BACA JUGA: Belanja Wisatawan di Bantul Capai Rp2,45 Juta per Hari
Menurut Presiden, persoalan ini merupakan masalah besar. Dirinya mengakui masih terdapat kekurangan sejak awal pelaksanaan. Namun, Prabowo menyatakan pihaknya akan menyelesaikan masalah ini dengan baik.
"Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal. Tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik," ucapnya.
Presiden menambahkan bahwa tujuan utama program MBG adalah untuk membantu anak-anak yang sering kesulitan mendapatkan makanan bergizi.
Presiden mencontohkan masih banyak anak yang hanya bisa makan nasi dengan garam. Karena itu, upaya memberikan makanan kepada jutaan anak pasti menghadapi hambatan yang harus diatasi bersama.
"Ini yang harus kita atasi, untuk memberi makan jutaan pasti ada hambatan rintangan, ini kita atasi," katanya.
Diketahui, terjadi peningkatan kasus keracunan usai mengonsumsi MBG di sejumlah daerah dalam beberapa minggu terakhir, yang mengakibatkan banyak siswa harus mendapatkan penanganan medis.
Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi leading sector program ini telah mengeluarkan keputusan terkait antisipasi kasus-kasus keracunan MBG.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa seluruh dapur mitra yang pernah terlibat kasus keracunan telah menerima surat pemberitahuan resmi.
“Hari ini sudah kami keluarkan surat kepada semua dapur yang sebelumnya bermasalah. Proses verifikasi kini jauh lebih ketat,” katanya, Jumat (26/9/2025).
Sebagai bagian dari pengawasan, BGN akan mengerahkan tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Dinas Kesehatan, dan kepolisian. Tim ini bertugas mengevaluasi langsung kondisi dapur dan memastikan pemenuhan standar yang ditetapkan dalam petunjuk teknis (juknis).
“Jika kami menemukan dapur yang tidak memenuhi juknis, operasionalnya akan langsung dihentikan. Tidak ada toleransi dalam hal ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Metro Jaya membongkar dua lokasi produksi obat keras ilegal di Sukoharjo. Polisi menyita 7,86 juta butir obat dan mengamankan 16 orang.
Jorge Martinez Aspar menilai Marc Marquez kini lebih berhitung mengambil risiko setelah cedera serius di Jerez pada 2020.
Apple membatasi pembelian iPhone Duo maksimal dua unit per pelanggan di sejumlah negara di tengah stok terbatas dan lonjakan harga jual kembali.
Borneo FC menang 3-1 atas Tainan City dan lolos ke perempat final. Hasil ini menambah peluang Indonesia memperbaiki koefisien AFC.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pemenuhan gizi keluarga dan penguatan posyandu untuk mendukung pencegahan stunting sejak dini.
Persija kembali ke puncak klasemen Super League usai menang 5-1 atas Arema FC. Simak posisi 18 klub setelah pekan keenam.