BRIN Ungkap Serpihan Misterius di Sampit Bekas Roket China

Newswire
Newswire Rabu, 21 Oktober 2026 12:47 WIB
BRIN Ungkap Serpihan Misterius di Sampit Bekas Roket China

BRIN menduga serpihan benda langit yang jatuh di Sampit, Kalimantan Tengah, merupakan bagian roket ZhuQue-2E asal China. /TikTok.

Harianjogja.com, SAMPIT—Serpihan benda langit yang ditemukan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Sampit, Kalimantan Tengah, diduga berasal dari roket peluncur satelit milik China. Peneliti Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengidentifikasi benda tersebut sebagai bagian dari roket ZhuQue-2E (ZQ-2E).

Dugaan itu didasarkan pada penelusuran data orbit yang menunjukkan bekas roket tersebut melintasi wilayah Kalimantan sebelum memasuki kembali atmosfer Bumi. Waktu lintasan itu dinilai sesuai dengan laporan warga yang mendengar suara gemuruh pada Minggu (18/10/2026).

Melalui keterangan di Jakarta, Rabu, Thomas menjelaskan serpihan yang ditemukan warga pada Senin (19/10) merupakan sampah antariksa yang mengalami proses masuk kembali ke atmosfer atau reentry.

"Berdasarkan data orbit yang kami telusuri, bekas roket ZhuQue-2E melintas dari arah utara ke selatan di atas wilayah Kalimantan pada 18 Oktober 2026. Sekitar pukul 17.36 WIB, lintasannya berada di sekitar Sampit. Waktu ini sesuai dengan laporan warga yang mendengar suara gemuruh pada sore hari tersebut," kata Thomas.

Data Orbit Jadi Petunjuk Asal Serpihan

Menurut Thomas, kesesuaian antara waktu kejadian dan jalur orbit menjadi petunjuk penting untuk mengidentifikasi asal benda yang ditemukan di Sampit. Penelusuran data juga memperlihatkan lintasan tersebut merupakan perjalanan terakhir bekas roket sebelum memasuki kembali atmosfer Bumi dan tidak lagi berada di orbit.

"Data menunjukkan bahwa itu merupakan lintasan orbit terakhir bekas roket tersebut sebelum kembali memasuki atmosfer Bumi. Kesesuaian antara waktu lintasan dan laporan warga menjadi dasar kuat untuk menduga bahwa benda yang ditemukan di Sampit merupakan bagian dari sampah antariksa ZhuQue-2E," ujarnya.

Meski demikian, identifikasi tersebut masih berupa dugaan berdasarkan analisis orbit. Pemeriksaan fisik terhadap serpihan tetap diperlukan untuk memastikan apakah benda itu benar-benar merupakan komponen roket ZhuQue-2E.

Roket ZhuQue-2E Diluncurkan dari China

ZhuQue-2E merupakan roket peluncur satelit yang dikembangkan perusahaan antariksa komersial China, LandSpace. Roket tersebut menggunakan kombinasi bahan bakar metana cair dan oksigen cair, yang dikenal sebagai teknologi propulsi liquid oxygen–liquid methane atau methalox.

Teknologi tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan industri antariksa untuk meningkatkan efisiensi sistem peluncuran.

Berdasarkan informasi peluncuran yang dipublikasikan Xinhua, roket ZhuQue-2E Y4 diluncurkan dari kawasan peluncuran Dongfeng di China pada 14 Oktober 2026. Roket tersebut membawa sepuluh satelit.

Thomas menjelaskan misi peluncuran itu dinyatakan berhasil setelah seluruh satelit ditempatkan pada orbit yang telah ditentukan. Namun, bagian roket yang sudah tidak digunakan dapat tetap berada di orbit untuk sementara waktu.

"Misi peluncuran tersebut dinyatakan berhasil setelah seluruh satelit ditempatkan pada orbit yang telah ditentukan. Setelah menyelesaikan tugasnya, bagian roket yang tidak lagi digunakan dapat tetap mengorbit Bumi untuk sementara waktu. Seiring waktu, hambatan atmosfer secara bertahap menurunkan ketinggian orbit hingga bagian tersebut memasuki kembali atmosfer Bumi," kata Thomas Djamaluddin.

Pemeriksaan Fisik Masih Diperlukan

Walaupun analisis orbit memberikan petunjuk kuat mengenai asal serpihan di Sampit, Thomas menegaskan bahwa pemeriksaan fisik tetap menjadi bagian penting dalam proses identifikasi.

Pemeriksaan itu mencakup pencocokan bentuk dan material benda, termasuk penandaan yang terdapat pada komponen yang ditemukan, dengan informasi teknis roket.

Hasil pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan identitas serpihan secara lebih meyakinkan, sehingga kesimpulan tidak hanya bertumpu pada kesesuaian waktu dan lintasan orbit.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online