Libur Panjang Kenaikan Yesus, Korlantas Siaga 24 Jam
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Ratusan warga membawa bantuan yang mereka terima dari truk yang memasuki Jalur Gaza utara, di jalan utara Kota Gaza, Palestina (22/6/2025). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Harianjogja.com, PALESTINA—Seorang pejabat PBB menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya jumlah korban jiwa dan cedera di antara warga sipil Palestina di Jalur Gaza yang terbunuh saat mencoba memperoleh pasokan makanan pokok.
Mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Wakil Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah besar warga Gaza dilaporkan terus terbunuh dan luka-luka saat mencari makanan.
"Menurut rekan-rekan hak asasi manusia kami, lebih dari 100 orang tewas dalam dua hari terakhir saja. Sementara ratusan lainnya luka-luka di sepanjang rute konvoi makanan atau di dekat pusat distribusi militer Israel," imbuh Haq.
OCHA menegaskan kembali bahwa "tidak seorang pun boleh dipaksa mempertaruhkan nyawanya untuk mencari makanan," katanya.
BACA JUGA: Kecelakaan 2 Motor Beradu Banteng di Jalan Sambisari Kalasan, Terekam CCTV
"Warga sipil harus selalu dilindungi, dan penyaluran bantuan di tingkat masyarakat dalam skala besar harus difasilitasi, bukan dihalangi," kata Haq.
Ia menekankan bahwa kurangnya bahan-bahan kebutuhan pokok selama berbulan-bulan telah memperdalam krisis, yang hanya dapat diatasi melalui "aliran bantuan tanpa batas" ke Gaza.
PBB terus menghadapi 'rintangan dan bahaya' di sepanjang rute yang disediakan oleh Israel. "Petugas kemanusiaan juga harus memiliki akses yang cepat, aman, dan tanpa hambatan untuk mengirimkan bantuan dengan cara yang aman dan bermartabat," imbuhnya.
Mengutip OCHA, Haq mengatakan bantuan yang telah masuk ke Gaza sejauh ini masih "tidak mencukupi" dan tim PBB pun terus menghadapi "rintangan dan bahaya" di sepanjang rute yang disediakan oleh otoritas Israel.
"Rute yang diperintahkan otoritas Israel untuk dilalui tim kami masih belum memadai dan seringkali berbahaya, padat, atau tidak dapat dilalui," tegasnya.
Israel menolak seruan internasional untuk melakukan gencatan senjata dan terus melancarkan perang genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Sudah lebih dari 60.300 warga Palestina tewas akibat kekejaman militer rezim Zionis. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Serangan pengeboman tanpa henti oleh militer Israel itu juga menghancurkan daerah kantong Palestina itu dan menyebabkan kelangkaan makanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.