300 Juta Orang di Dunia Tak Punya Rumah dan Tinggal di Kawasan Kumuh

Newswire
Newswire Selasa, 07 Oktober 2025 16:57 WIB
300 Juta Orang di Dunia Tak Punya Rumah dan Tinggal di Kawasan Kumuh

foto ilustrasi (JIBI/Solopos)

Harianjogja.com, JAKARTA–Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyebut lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia tidak memiliki rumah, dan sekitar satu dari delapan orang tinggal di kawasan kumuh (informal settlements).

Hal itu disampaikan Guterres pada Senin (6/10/2025), pada Hari Habitat Sedunia, yang diperingati setiap hari Senin pertama pada bulan Oktober.

Guterres mengatakan bahwa di dunia yang saat ini tingkat urbanisasinya berkembang pesat, kota-kota sering kali menanggung dampak dari krisis masa kini, dengan konflik, ketidakstabilan politik, dan kondisi darurat iklim telah memaksa 123 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Sebagian besar dari mereka berupaya mencari keselamatan di kota-kota besar maupun kecil yang sebenarnya sudah berada di dalam tekanan.

Guterres memperingatkan bahwa layanan kesehatan, sistem air, dan jaringan transportasi sudah kewalahan, sementara risiko bencana baru terus mengintai.

Namun, kota-kota menjadi tempat di mana solusi dapat tumbuh dan berkembang, kata sekjen PBB itu.

"Jika kita merencanakan inklusi, pendatang baru akan membantu menggerakkan perekonomian, memperkuat komunitas, dan memperkaya budaya," katanya.

Dikatakan Guterres, pada Hari Habitat Sedunia ini, pihaknya menyoroti solusi, mulai dari perumahan yang lebih baik, hingga hak atas tanah, hingga sistem air dan sanitasi.


Dia juga menghargai kepemimpinan vital para wali kota dan pemerintah daerah, serta ketangguhan komunitas perkotaan, khususnya kaum perempuan dan pemuda.

"Yang terpenting, kita berusaha membagikan inovasi yang membantu menjamin akses bagi kelompok paling rentan, termasuk penyandang disabilitas, warga lanjut usia, dan anak-anak," tuturnya.

"Sebuah kota lebih dari sekadar batu bata dan semen. Kota menjadi janji akan sebuah tempat tinggal," ujar Guterres.

Pada 1985, PBB menetapkan Hari Habitat Sedunia untuk merefleksikan kondisi tempat tinggal kita dan hak dasar semua orang untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Tema Hari Habitat Sedunia tahun ini adalah respons terhadap krisis perkotaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online