Pemerintah Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP, Harga Rp12.500/Kg
Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras SPHP seharga Rp12.500 per kg untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir 2026.
Ilustrasi Obat COvid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (26/1/2021) mengeluarkan imbauan klinis baru untuk pengobatan pasien Covid-19, termasuk pasien yang menunjukkan gejala terus-menerus pascapemulihan.
WHO juga merekomendasikan penggunaan koagulan dosis rendah untuk mencegah pembekuan darah.
BACA JUGA : DIY Tambah 216 Kasus Positif Covid-19, Terbanyak
Juru bicara WHO, Margaret Harris saat konferensi pers PBB di Jenewa mengatakan, bahwa tim ahli independen yang dipimpin oleh WHO, yang kini berada di Kota Wuhan, China tengah, tempat pertama kali kasus manusia terdeteksi pada Desember 2019, akan selesai menjalani karantina dua hari lagi.
Mereka akan melanjutkan tugasnya untuk menyelidiki asal mula Virus Corona.
Harris menolak berkomentar perihal laporan penundaan penyaluran atau penyediaan vaksin Covid-19 di Uni Eropa.
BACA JUGA : Bupati Bantul Terpilih Abdul Halim Muslih Positif Terinfeksi
Harris mengaku, bahwa dia tidak memiliki data spesifik, prioritas WHO adalah petugas kesehatan di seluruh negara akan divaksinasi dalam 100 hari pertama tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras SPHP seharga Rp12.500 per kg untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir 2026.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.
BPIP menegaskan Mahkamah Etik Nasional masih sebatas kajian. UII menjadi tuan rumah diskusi penyusunan naskah urgensi lembaga tersebut.
Bareskrim menyita 11 ponsel, satu iPad, dan empat flashdisk dalam penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
Pakar pendidikan Ki Darmaningtyas menilai ketahanan keluarga dan edukasi berkelanjutan penting untuk mencegah radikalisme serta kekerasan remaja.
Timothy Ronald tercatat memiliki 1,26% saham Tempo Inti Media atau 13,37 juta lembar dengan estimasi nilai mencapai Rp3,12 miliar.