Timnas U-15 Indonesia Kalah 0-3 dari Wales di Festival FIFA
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang telah disemprot cairan disinfektan setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, China tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna./Antara
Harianjogja.com, TANJUNPINANG - Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Suhajar Diantoro memprediksi virus corona atau Covid-19 akan mereda pada akhir Mei 2020, setelah China memasuki musim panas.
"Karena Covid-19 tidak tahan dengan panas. Itu juga jadi alasan kenapa sampai saat ini virus tersebut belum ditemukan di Indonesia, sebab negara kita iklimnya tropis/hangat," kata Suhajar di Tanjungpinang, Kepri, Rabu (26/2/2020).
Suhajar pun tidak menampik, kalau Covid-19 turut berpengaruh terhadap negara Indonesia, terutama sektor pariwisata, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang diketahui sebagai pintu masuk wisman terbesar kedua di Indonesia.
Selama ini Kepri cukup tergantung dengan turis Tiongkok dan Singapura sebagai negara penyumbang kunjungan wisatawan terbesar.
Namun, belakangan ini, Tiongkok mengeluarkan larangan warganya untuk ke luar negeri. Demikian pula Singapura yang mengurangi warganya untuk bepergian ke luar negeri.
"Situasi ini menyulitkan pelaku wisata di Kepri. Sejumlah resort khususnya di kawasan wisata Bintan mulai sepi, karena tak ada turis China maupun Singapura yang datang sejak Covid-19 merebak ke sejumlah negara," imbuhnya.
Dia katakan, dalam beberapa bulan ini dapat dipastikan situasi ekonomi Indonesia akan melambat akibat Covid-19. Khususnya industri pariwisata sebagai salah satu penopang perekonomian nasional bakal sangat terpukul.
Maka itu, menurut Suhajar, pemerintah pusat telah menyiapkan beberapa strategi buat menghadapi pelambatan ekonomi akibat Covid-19 antara lain, menggerakkan belanja APBN, APBD, Dana BOS, dan Dana Desa pada awal tahun 2020 ini.
"Semua kegiatan pembangunan fisik diminta sudah mulai dilaksanakan paling lama bulan Maret, biar roda ekonomi cepat berputar," tuturnya.
Lebih lanjut, Suhajar menyampaikan untuk dana APBD yang di dalamnya terdapat dana transfer pusat pada tahun ini mencapai Rp876 triliun. Jika misalnya ditambah dengan dana APBD se Indonesia sekitar Rp300 triliun, maka ada sekitar Rp1.000 triliun lebih dana yang beredar di daerah.
Kemudian dibantu dengan Dana BOS Rp54 triliun, dan Dana Desa Rp72 triliun untuk 74 ribu desa se-Indonesia.
"Presiden sudah meminta pemerintah pusat maupun daerah menggerakkan dana-dana tersebut buat menggairahkan perekonomian daerah maupun nasional," jelas Suhajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Bulog menyiapkan bantuan beras untuk 33,2 juta penerima periode Oktober-Desember 2026. Penyaluran menunggu data dari Kemensos.
Cek jadwal Angkutan KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif serta jadwal perjalanan pulang.
Cek jadwal Samsat Bantul Oktober 2026, mulai Samsat Induk, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, hingga layanan pajak kendaraan digital.
Karang Taruna HIPENARI Kulon Progo meraih Juara III Nasional BBNKT 2026 berkat inovasi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengolahan limbah daun teh.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 26 Oktober 2026, menunjukkan hujan ringan di lima wilayah. Simak rincian suhu dan kelembapan setiap daerah.