PBNU 2021-2026 Resmi Demisioner, Kiai Miftach Minta Maaf

Sunartono
Sunartono Minggu, 30 Agustus 2026 23:17 WIB
PBNU 2021-2026 Resmi Demisioner, Kiai Miftach Minta Maaf

PBNU masa khidmah 2021-2026 resmi demisioner dalam Muktamar ke-35 NU. Kiai Miftachul Akhyar meminta maaf dan berharap khidmah berakhir husnul khatimah. /NU Online

Harianjogja.com, JOMBANG—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026 resmi dinyatakan demisioner dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026).

Pernyataan demisioner tersebut disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam Sidang Pleno V yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Dengan keputusan tersebut, mandat kepengurusan PBNU periode sebelumnya dikembalikan kepada forum muktamar sebagai pemegang kewenangan organisasi.

Kiai Miftach berharap seluruh jajaran PBNU dapat mengakhiri masa khidmah dengan baik setelah menjalankan amanah organisasi selama periode kepengurusan.

“Semoga masa khidmah kami semuanya sampai detik malam ini betul-betul menjadi sebuah amanah khidmah yang husnul khatimah,” kata Kiai Miftach.

PBNU Serahkan Mandat kepada Forum Muktamar

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Miftach juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga NU atas berbagai kekurangan selama masa kepengurusan. Ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang belum dapat disempurnakan selama menjalankan amanah organisasi.

“Semua kesalahan, kealpaan, kekurangan, dan semuanya apa yang belum bisa kita sempurnakan, kami mohon maaf atas keterbatasan ini,” ujarnya.

Setelah menyampaikan permohonan maaf, Kiai Miftach secara resmi menyerahkan kembali mandat kepengurusan PBNU kepada para Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam forum Muktamar ke-35 NU.

“Malam ini, dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, pengurus PBNU masa khidmah 2021-2026 kami serahkan kembali kepada para PW dan pemegang keputusan dan kami nyatakan demisioner,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pergantian kepemimpinan PBNU melalui Muktamar ke-35 NU yang digelar di Jombang.

Kiai Miftach Sampaikan Terima Kasih

Kiai Miftach juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan kepada jajaran PBNU. Menurutnya, dukungan tersebut turut membantu pengurus menjalankan berbagai tugas dan amanah organisasi.

“Terima kasih atas semuanya dukungannya yang selama ini betul-betul menjadikan kami bisa menjalankan tugas-tugas,” tuturnya.

Ia berharap seluruh dukungan dan kerja sama yang diberikan kepada PBNU selama masa khidmah mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

“Semoga Allah membalas dengan balasan berlipat-lipat ganda. Mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Kiai Miftach.

Gus Yahya Berharap PBNU Berikutnya Lebih Baik

Ketua Umum PBNU demisioner KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya turut menyampaikan harapan terhadap kepengurusan PBNU yang akan datang.

Ia menyerahkan proses kelanjutan kepemimpinan organisasi kepada forum Muktamar ke-35 NU yang masih berlangsung. Gus Yahya berharap kepengurusan PBNU berikutnya dapat melanjutkan khidmah organisasi dengan capaian yang lebih baik.

“Semoga PBNU masa khidmah yang akan datang adalah PBNU yang lebih baik dari sebelumnya,” kata Gus Yahya.

Dengan dinyatakannya PBNU masa khidmah 2021-2026 sebagai demisioner, tahapan Muktamar ke-35 NU selanjutnya menjadi penentu arah kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya. Forum muktamar memiliki peran penting dalam menentukan struktur kepemimpinan PBNU serta memastikan keberlanjutan khidmah Nahdlatul Ulama.

Muktamar ke-35 NU sendiri berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, dan diikuti para peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online