Cara Merawat Layar HP Lipat agar Awet, Hindari 5 Kesalahan Ini
Layar HP lipat rentan rusak akibat debu, benda asing, dan tekanan berlebih. Simak cara merawat layar serta memahami ketahanan perangkat.
Foto ilustrasi ebola dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di kawasan Afrika Tengah. Jumlah kasus dan korban jiwa terus bertambah, sementara penyebaran penyakit telah menjangkau wilayah baru di luar daerah yang sebelumnya menjadi pusat penularan.
Data terbaru pemerintah RD Kongo menunjukkan jumlah kasus Ebola yang telah terkonfirmasi mencapai 1.792 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 625 pasien dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi tersebut.
Melansir Reuters, selain korban meninggal, pemerintah juga mencatat sebanyak 295 pasien berhasil sembuh setelah menjalani perawatan. Meski demikian, angka kematian yang masih tinggi menunjukkan bahwa upaya pengendalian wabah masih menghadapi tantangan besar.
Perkembangan terbaru yang menjadi perhatian adalah meluasnya penyebaran wabah ke wilayah baru. Pemerintah RD Kongo menambahkan Provinsi Tshopo dan Haut-Uele ke dalam daftar daerah terdampak setelah ditemukan masing-masing dua kasus di wilayah tersebut.
Munculnya kasus di luar pusat penyebaran awal memperlihatkan bahwa rantai penularan masih berlangsung dan membutuhkan pengawasan yang lebih ketat. Otoritas kesehatan kini menghadapi tantangan untuk memperkuat pelacakan kontak, mempercepat deteksi kasus baru, dan mencegah penularan antardaerah.
Kondisi tersebut semakin memicu kekhawatiran karena sebagian besar kasus masih terkonsentrasi di wilayah Ituri, namun kini telah menyebar ke sejumlah provinsi lain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memperingatkan bahwa skala wabah yang sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar dibanding angka resmi yang telah dilaporkan. WHO memperkirakan jumlah kasus riil bisa mencapai dua hingga empat kali lebih tinggi akibat masih banyaknya penularan yang belum terdeteksi.
WHO sebelumnya telah menetapkan wabah Ebola yang terjadi di RD Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Status tersebut memungkinkan mobilisasi bantuan global berupa tenaga medis, dukungan logistik, penguatan sistem surveilans, hingga penelitian pengobatan dan vaksin.
Badan kesehatan dunia itu menilai risiko penyebaran lebih lanjut di kawasan Afrika Timur dan Afrika Tengah masih tergolong tinggi. Faktor konflik keamanan, keterbatasan fasilitas kesehatan, perpindahan penduduk, hingga sulitnya menjangkau daerah terpencil menjadi hambatan utama dalam pengendalian wabah.
Para petugas kesehatan juga menghadapi tantangan besar dalam menemukan kasus baru. WHO mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien yang baru terkonfirmasi tidak memiliki keterkaitan yang jelas dengan kasus sebelumnya, sehingga mengindikasikan masih banyak rantai penularan yang belum teridentifikasi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyebaran virus secara diam-diam di tengah masyarakat.
Meski ratusan pasien telah dinyatakan sembuh, tingginya angka kematian menunjukkan Ebola masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Karena itu, penguatan pengawasan, edukasi masyarakat, penanganan pasien yang cepat, dan dukungan internasional menjadi faktor penting untuk menekan laju penyebaran wabah yang hingga kini masih berlangsung di RD Kongo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layar HP lipat rentan rusak akibat debu, benda asing, dan tekanan berlebih. Simak cara merawat layar serta memahami ketahanan perangkat.
Real Madrid menjamu Villarreal pada Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB. Simak klasemen, kabar pemain, dan prediksi skor.
Burger Bangor Goes to Office mengunjungi Harian Jogja di Jetis, Kota Jogja, membawa burger, gim seru, dan hadiah untuk menghadirkan keceriaan bagi karyawan.
Ari Bias kembali mengajukan gugatan terkait lagu Bilang Saja. Perkara terdaftar di PN Jakarta Pusat dengan sidang perdana dijadwalkan 20 Oktober 2026.
Ban MotoGP dirancang untuk kecepatan lebih dari 360 km/jam. Kenali fungsi carcass, kompon, suhu, tekanan, dan teknologi di baliknya.
Indonesia menghadapi Malaysia di semifinal Suhandinata Cup 2026, Jumat pukul 19.00 WIB. Simak jadwal dan cara menonton pertandingan.