Presiden Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi, 53.526 Rumah Rusak
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Ilustrasi toleransi antar umat beragama./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim terkait pengucapan salam lintas agama dalam sambutan acara resmi justru menebar kecurigaan. Hal tersebut disampaikan oleh politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli.
Menurutnya, MUI semestinya memperkuat toleransi antarumat agama, bukannya membuat gaduh dengan imbauan baru. Pasalnya, lembaga tersebut merupakan bagian dari Indonesia yang menjunjung tinggi asas keberagaman.
Pernyataan itu disampaikan Guntur Romli melalui jejaring pribadinya @GunRomli, sebagai tanggapan artilel berjudul "Ini Imbauan MUI Jatim soal Pejabat Tak Gunakan Salam Pembuka Semua Agama".
"MUI Jatim ini hanya menebar kecurigaan, harusnya dikuatkan kerukunan umat beragama bukan malah adu domba. Ingat di MUI itu dari Indonesia, asas keindonesiaan yang harus diprioritaskan," cuit Gun Romli, Senin (11/11/2019).
Gun Romli kemudian menegaskan, memang ada perbedaan pandangan di antara ulama mengenai salam lintas agama, ada yang melarang dan ada yang memperbolehkan sehingga bersifat khilafiyah.
Namun baginya, lebih penting untuk menjaga kerukunan antarumat agama dibandingkan menyoalkan permasalahan khilafiyah tersebut.
"Salam lintas agama dari sisi doktrin Islam itu khilafiyah, baik yang memperbolehkan & melarang sama-sama punya dalil, tapi yang wajib adalah menjaga kerukunan atas asas keindonesiaan, yang wajib mestinya diprioritaskan atas yang khilafiyah," imbuhnya.
Maka dari itu, Gun Romli meminta oknum penebar kebencian yang mengatasnamakan diri sebagai MUI Jatim pidah negara jika tak mampu menghormati keberagaman.
"Nah yang mengatasnamakan MUI Jatim tapi malah menyebarkan kecurigaan, mau menang sendiri, tidak mau arif melihat asas keindonesiaan, sebaiknya pindah ke Saudi Arabia saja, bisa bikin fatwa suka-suka," pungkas Gun Romli.
Sebelumnya diketahui, MUI Jawa Timur menerbitkan imbauan agar umat Islam dan pejabat publik menghindari pengucapan salam semua agama dalam pidato sambutan pada acara resmi.
Imbauan yang dikeluarkan MUI Jatim terkait fenomena pengucapan salam lintas agama dalam sambutan di acara resmi. Bahkan, imbauan itu termuat dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin tertanggal 8 November 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.