Longsor Salju di Nepal, 4 Jenazah Ditemukan, 12 Hilang

Jumali
Jumali Selasa, 29 September 2026 07:47 WIB
Longsor Salju di Nepal, 4 Jenazah Ditemukan, 12 Hilang

Tanah Longsor - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Empat jenazah ditemukan setelah longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Distrik Manang, Nepal. Sebanyak 12 orang lainnya masih hilang setelah hamparan salju menimbun lokasi perkemahan kelompok pendaki pada Minggu (27/9).

Himlung Himal merupakan gunung dengan ketinggian 7.126 meter di atas permukaan laut yang berada di kawasan Himalaya, dekat perbatasan Nepal dengan Tibet. Kelompok yang berada di base camp tersebut merupakan warga negara Nepal yang terdiri atas pendaki serta staf pendukung yang lebih dahulu dikirim untuk mempersiapkan kedatangan pendaki asing.

Dua jenazah pertama ditemukan pada Minggu. Tim pencari kemudian menemukan dua jenazah lainnya pada Senin (28/9), sehingga total korban meninggal yang telah ditemukan mencapai empat orang. Identitas keempat korban telah diketahui, menurut Perhimpunan Pemandu Gunung Nasional Nepal atau Nepal National Mountain Guide Association (NNMGA).

Salju Menimbun Base Camp

Longsor salju menerjang area perkemahan ketika tim pendukung sedang melakukan persiapan untuk musim pendakian musim gugur. Para pekerja tersebut bertugas menyiapkan base camp, mengelola rute pendakian, memasang tali pengaman, serta mendukung ekspedisi sebelum pendaki asing tiba.

Kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas di kawasan pegunungan Nepal semakin berisiko. Hujan deras dan salju lebat dilaporkan melanda sejumlah wilayah, termasuk Distrik Manang, ketika longsor terjadi.

Besarnya longsoran membuat area base camp tertutup lapisan salju yang sangat tebal. NNMGA menyebut salju yang menimbun lokasi tersebut mencapai sekitar 14 kaki atau lebih dari 4 meter sehingga pencarian secara manual menjadi sangat sulit.

Kedalaman salju bukan satu-satunya kendala. Tim penyelamat juga harus menghadapi suhu yang membekukan serta kondisi medan yang tidak stabil sehingga penggalian dapat membahayakan keselamatan petugas.

Tim Penyelamat Diterbangkan dari Kathmandu

Upaya pencarian dilakukan oleh tim yang beranggotakan pemandu gunung berpengalaman. Mereka diterbangkan menggunakan helikopter dari Kathmandu menuju kawasan Himlung Himal setelah kondisi cuaca memungkinkan operasi dilakukan.

NNMGA mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan yang dipimpin pemandu gunung internasional Mingma G Sherpa. Tim tersebut kemudian melakukan pencarian di area base camp yang tertutup salju.

Sebelumnya, cuaca buruk membuat akses menuju lokasi kejadian menjadi sulit. Kondisi tersebut juga menyebabkan operasi penyelamatan tidak dapat dilakukan secara maksimal pada tahap awal setelah longsor.

Bibhuti Chand Thakur dari Himalaya Holidays Trekking sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya delapan anggota tim ekspedisinya dilaporkan hilang. Perkembangan pencarian berikutnya menunjukkan empat jenazah telah ditemukan, sementara 12 orang masih belum diketahui keberadaannya.

Operasi Pencarian Dihentikan Sementara

Setelah menemukan empat jenazah, tim penyelamat menghadapi persoalan keselamatan karena kondisi gunung masih berbahaya. NNMGA akhirnya menghentikan sementara operasi pencarian dan evakuasi di lokasi terdampak.

Asosiasi menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan medan. Pencarian terhadap korban yang masih hilang akan dilanjutkan ketika situasi dinilai cukup aman bagi tim penyelamat.

Besarnya longsoran juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Dengan salju yang menutupi base camp hingga beberapa meter, pencarian setiap bagian secara manual membutuhkan waktu sekaligus meningkatkan risiko bagi pemandu gunung yang berada di lokasi.

Pendakian Gunung Manaslu Juga Terdampak

Cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada ekspedisi di Himlung Himal. Kondisi serupa juga membuat aktivitas pendakian di sejumlah gunung Nepal menghadapi risiko longsor salju dan gangguan cuaca.

Para pendaki sebelumnya meninggalkan Gunung Manaslu, salah satu puncak tertinggi di dunia, karena ancaman longsoran salju yang meningkat. Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana kondisi cuaca dapat mengubah aktivitas pendakian di kawasan Himalaya dalam waktu singkat.

Longsor di Himlung Himal terjadi ketika Nepal juga masih menghadapi dampak bencana cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Hujan deras pada akhir pekan memicu banjir dan longsor di Distrik Manang, sementara pemerintah Nepal telah mengeluarkan peringatan mengenai cuaca buruk di berbagai wilayah negara tersebut.

Rentetan Bencana di Kawasan Asia

Insiden di Himlung Himal menambah catatan kecelakaan pendakian mematikan di kawasan Asia dalam beberapa bulan terakhir. Kurang dari dua bulan sebelumnya, enam orang dilaporkan meninggal dalam insiden di Broad Peak, Pakistan, termasuk pendaki terkenal keturunan Inggris-Nepal, Nirmal Purja.

Di Nepal sendiri, pencarian dan penanganan bencana juga masih menjadi perhatian setelah banjir besar pada Agustus lalu. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar dan membuat ribuan orang dilaporkan belum ditemukan.

Cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di negara Asia lainnya dalam sepekan terakhir. Di India, cuaca ekstrem di Uttar Pradesh menyebabkan lebih dari 50 orang meninggal, sedangkan Thailand menetapkan status darurat banjir di Bangkok akibat curah hujan tinggi.

Di Jepang, Badai Dujuan turut memicu tanah longsor di sekitar Tokyo yang menyebabkan empat orang meninggal. Sementara di kawasan Himlung Himal, empat jenazah telah ditemukan dan 12 orang masih dinyatakan hilang setelah longsor salju menimbun base camp pada Minggu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online