Pasal Penghinaan Presiden, Rieke: Kritik Bukan Tindak Pidana
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Pengendara melintasi Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat kerusuhan terjadi di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019). /ANTARA FOTO- Marius Wonyewun
Harianjogja.com, BLITAR--Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur masih koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim terkait dengan informasi kepulangan warga perantau asal Blitar, korban kerusuhan di Wamena, Provinsi Papua yang hendak pulang kampung.
"Kami terus koordinasi dengan Dinas Sosial provinsi, warga Blitar di sana belum ada informasi sudah dipulangkan atau belum," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar Romelan di Blitar, Sabtu (5/10/2019).
Ia mengatakan dari laporan yang masuk, terdapat warga Blitar yang merantau ke Papua. Namun, pascainsiden kerusuhan di Wamena hingga saat ini belum ada laporan kapan warga Blitar tersebut akan dipulangkan.
"Padahal, tetangga sudah ada [yang dipulangkan] misalnya Malang. Saya tanya ke provinsi untuk Blitar belum. Dari laporan ada yang merantau, namun, apakah terkena dampak yang kemarin atau tidak [kerusuhan] kami belum tahu," ujar dia.
Pihaknya juga menegaskan pemerintah kabupaten siap untuk menjemput warga asal Blitar yang merantau ke Papua tersebut. Saat ini, pemkab tinggal menunggu pemberitahuan lebih lanjut dan baru melakukan tindakan.
"Kami siap, tinggal menunggu pemberitahuan untuk suruh jemput," kata dia.
Kerusuhan terjadi pada Senin (23/9/2019) akibat hoaks dan membuat ribuan orang mengungsi. Sejumlah pemerintah provinsi mengupayakan pemulangan warganya dari daerah itu, seperti NTB, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.
Sebelumnya, terdapat 120 pengungsi asal Wamena, Provinsi Papua, sudah tiba di Bandara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang pada Rabu (2/5/2019), sekitar pukul 14.50 WIB, naik pesawat Hercules C-130 dengan nomor lambung A-1305.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang saat itu menyambut kedatangan pengungsi mengatakan jumlah warga yang dipulangkan dari Wamena ke wilayah Jawa Timur tersebut sebanyak 120 orang, terdiri atas 115 orang dewasa dan lima anak-anak.
Para pengungsi yang tiba di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang tersebut diberangkatkan dari Jayapura pada Selasa (1/10/2019). Rute yang ditempuh adalah, Jayapura menuju Biak dan bermalam.
Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya dari Biak menuju Ambon, Makassar, dan terakhir menuju Malang. Lama waktu penerbangan dari Makassar ke Malang kurang lebih enam jam.
Para pengungsi itu berasal dari Probolinggo, Pasuruan, dan Madura. Mereka akan difasilitasi kepulangannya hingga daerah tujuan dan bertemu sanak keluarga mereka.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah membuka posko pendataan di Wamena dan Jayapura untuk keperluan administrasi, khususnya bagi warga Jawa Timur yang akan kembali ke daerahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.