Mahasiswa Papua se-Jabodetabek Deklarasi Perdamaian Bumi Cendrawasih

Ilustrasi mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua menggelar aksi di Kantor Gubernur DIY, Kamis (04/10 - 2018). Aksi mereka gelar untuk menuntut pemerintah dan kepolisian menutaskan semua kasus kekerasan yang menimpa pelajar dan mahasiswa di DIY, meminta perlindungan dan kenyamanan selama mereka belajar, meminta kepolisian bersikap adil dalam mengusut kasus yang menimpa pelajar dan mahasiswa Papua, memberantas premanisme dan memberikan jamina
04 Oktober 2019 19:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Gabungan Mahasiswa Papua se Jabodetabek deklarasi bertajuk "Bumi Cendrawasih simbol Perdamaian dan Persaudaraan" di depan anjungan Papua, Taman Mini Indonesia Indah, Jumat, 4 Oktober 2019.

"Kita hanya datang ke sini untuk menyatakan pernyataan sikap kita sebagai mahasiswa agen pembawa perubahan, ke sini untuk menyatakan sikap kita mau ajak damai menyarankan perdamaian gitu aja, nggak orasi atau enggak macam-macam," kata Pengurus Ikatan mahasiswa se Papua, Mudin Lalobo, di TMII Jakarta.

Kegiatan itu diinisiasi oleh organisasi primordial dari bermacam daerah di Papua yang tersebar di Jabodetabek, seperti Ikatan Mahasiswa se Papua (IMASEPA), Himpunan Mahasiswa Kaimana (HIMAKA), dan Himpunan Mahasiswa Manokwari (HIMAWARI).

Deklarasi perdamaian dan persaudaraan bertujuan untuk mengingatkan semua pihak agar Bumi Cendrawasih harus kembali kondusif dan kembali terbuka kepada para pendatang.

"Kita sebagai mahasiswa Papua yang ada di rantau harus menjadi yang paling terdepan mengkampanyekan perdamaain dan persaudaraan antarsesama warga Negara Indonesia," tuturnya.

Ada lima poin isi deklarasi mahasiswa Papua itu, yang pertama soal mereka berpegang teguh pada posisi bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia, Undang Undang dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan semangat Bhineka Tunggal Ika.

Mahasiswa Papua juga bertekad menjaga kedamaian dan Persaudaraan antar-Umat, Bangsa, Suku, dan Ras, di Republik Indonesia.

Mereka mengajak warga yang ada di Wamena dan sekitarnya, untuk saling menjaga, saling mengayomi, saling mencintai dan saling melindungi saudara saudara se bangsa dan se tanah air, Indonesia

"Kami mengutuk tindakan tindakan pembakaran dan perilaku yang melanggar hak asasi manusia oleh oknum oknum masyarakat sehingga terjadi kerusuhan di Wamena," ucapnya.

Dalam deklarasi tersebut mereka juga mengimbau bagi seluruh mahasiswa Papua di mana pun berada supaya menjaga nilai-nilai adat, dan nilai nilai Bhineka Tunggal Ika, untuk mencipkatan perdamaian dan persaudaraan di mana mahasiswa Papua menginjakkan kakinya.

Pernyataan deklarasi tersebut diakhiri dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, setelah kegiatan para mahasiswa langsung membubarkan diri.

Sumber : Antara