Advertisement
Hanura Soal Politik Genderuwo: Yang Tersinggung Itulah Genderuwonya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke Pasar Anyar di Tangerang, menunggangi motor costum W175 beraliran tracker pada Minggu (4/11/2018) ini. - Okezone
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menjelang Pemilu 2019, aktivitas dan pernyataan para politisi menjadi sorotan. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pernyataan multitafsir yakni terkait politik genderuwo. Ucapan itupun kini ramai diperbincangkan oleh banyak pihak. Lawan politik pun ikut menggoreng isu tersebut.
Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto menegaskan, sosok genderuwo tak perlu dicari. Dalam dunia politik, Tri menyebut hantu yang identik dengan cerita rakyat itu adalah seorang politikus Indonesia yang kerap menebarkan ketakutan kepada rakyat Indonesia.
"Yang penting kan inti pesannya. Jadi ya siapa saja politisi yang cara kerjanya bikin takut rakyat, nyebar ketakutan di tengah masyarakat, bikin gangguan rasa aman dan damai, ya itulah politisi genderuwo," kata Tri kepada Okezone, Selasa (13/11/2018).
Tri menekankan, maksud orang nomor satu di Indonesia melontarkan pernyataan itu adalah dengan tujuan untuk menciptakan iklim perpolitikan yang sehat.
Menurut Tri, politikus yang sering menebarkan kebencian tidak baik bagi proses demokrasi Indonesia. Seharusnya, kata Tri, seorang politikus itu harus kerja konkret dan menyampaikan pesan politik yang damai.
"Bukan malah bikin rakyat takut dan resah. Jadi politisi genderuwo itu bisa datang dari partai apa saja," tutur Tri.
Disisi lain, Tri menegaskan, pernyataan Jokowi itu tidak bermaksud untuk hanya menyinggung satu kelompok atau lawan politiknya semata. Tetapi, kepada seluruh politikus yang menebarkan kecemasan di tengah masyarakat.
"Makanya tak usah ada yang tersinggung dan baper. Jangan-jangan yang tersinggung itulah genderuwonya," tutup Tri.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Timur Tengah
- Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
Advertisement
5 Lurah Bermasalah, Sleman Siap Gelar Pemilihan Lurah PAW di 2026
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Target Revitalisasi Sekolah Jebol, Kemendikdasmen Kelola Rp14 Triliun
- Tanah Gerak Terjang Perumahan di Sedayu Bantul, Enam Rumah Rusak
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Jaga Stok Pangan Ramadan, Bulog Guyur 40 Ton Beras Murah ke Temanggung
- Konflik Timur Tengah Memanas, BPOM Jamin Stok Obat dan Pangan RI Aman
- Viral Mahasiswa Undip Disiksa 30 Teman, Dipukul Hingga Disundut Rokok
- Telkomgroup: Mitratel dan AALTO Kolaborasi Pengembangan Stratospace
Advertisement
Advertisement







