Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). /Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA- Iklan Jokowi di bioskop menuai kecaman tak hanya dari masyarakat namun juga kubu oposisi.
Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengkritisi soal penayangan iklan milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo) di dalam bioskop. Menurutnya, iklan yang menampilkan sosok Bakal Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu tidak etis ditayangkan.
Andre mengatakan iklan itu mengganggu para pengunjung bioskop yang sudah mengeluarkan uang untuk menonton film. Menurutnya, tak semua pengunjung yang hadir merupakan pendukung Jokowi.
"Kita kan mau nonton, bayar tiket mahal untuk menghibur kita refreshing. Kalau bukan pendukung Jokowi ngeliat itu nggak jadi refreshing dong, rugi dong kita," kata Andre kepada Suara.com, Kamis (13/9/2018).
Serupa dengan politisi lainnya, Andre pun sempat mengherankan iklan itu baru ditayangkan pada tahun politik di mana Jokowi menjadi salah satu kontestan Pilpres 2019. Menurutnya, penayangan iklan itu termasuk ke dalam kampanye terselubung.
"Sebentar lagi mau Pemilu, tiba-tiba Menkominfo bikin dongeng di bioskop tentang keberhasilan pak Jokowi dan pemerintah, itu kan kampanye terselubung," ujarnya.
Oleh karena itu, Andre meminta pihak pengelola bioskop untuk segera menurunkan iklan tersebut.
"Saya rasa nggak etis aja. Kita minta segera XXI menghentikan iklan gitu," pungkasnya.
Untuk diketahui, beberapa masyarakat tampak protes dengan iklan yang dikelola Kemeninfo. Iklan yang tayang di bioskop sesaat sebelum film dimulai itu menampilkan keberhasilan kinerja pemerintah. Selain itu, iklan tersebut menyisipkan tampilan Presiden Jokowi dengan tagar MENUJUINDONESIAMAJU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.