Sandiaga Uno Bisa Jadi Magnet Pemilih Muda

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. - Suara.com/Ummi Hadyah Saleh
11 Agustus 2018 10:50 WIB Sunartono News Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL- Pengamat Politik dari Fisipol UMY Titin Purwaningsih menilai jika dilihat dari komposisi partai pendukung, posisi Jokowi dan koalisinya sangat besar. Sehingga dari kalkulasi politik, Jokowi memang lebih kuat.

Akan tetapi, kalkulasi di atas angka itu tidak sepenuhnya menentukan kemenangan jika kubu Prabowo memiliki strategi yang justru mampu mengimbangi atau melampui lawan politiknya itu.

"Tergantung nanti strategi politik yang nanti dimainkan dari pasangan Prabowo-Sandiaga ini. Kalau hitungan angka, Pak Jokowi lebih kuat," terangnya di UMY, Jumat (10/8/2018).

Ia menambahkan, Sandi sangat memungkinkan untuk menggaet suara dari kalangan pemuda. Hal itu dimungkinkan sangat berbeda dengan pasangan Jokowi - Ma'ruf yang dilihat dari sisi umur sudah sangat senior. "Mungkin Sandi itu bisa jadi menarik di kalangan pemilih muda," katanya.

Sayangnya Sandi belum memiliki pengalaman maksimal di pemerintahan. Rekam jejak ketika menjabat sebagai Wagub DKI tak sepenuhnya bisa menjadi referensi karena waktu menjabat hanya seumur jagung. Kelemahan itu sebenarnya harus menjadi perhatian di tim pemenangan Prabowo.

Ia menilai, politik Sara masih sangat memungkinkan terjadi pada Pilpres 2019. Karena pertentangan di medsos hingga saat ini masih terus terjadi. Kenyataan itu tak bisa dihindari karena masing-masing pendukung tidak bisa move on dari tokoh yang digandrungi. Ia tidak yakin keberadaan Ma'ruf Amin di kubu Jokowi akan sepenuhnya dapat meredam politik Sara.

Namun ia tentu berharap masyarakat semakin cerdas dengan tidak serta merta menjadi Sara sebagai isu dalam politik. "Karena masih sering muncul berita-berita hoaks," ucapnya.

Ad Tokopedia