Sopir Truk Ditembak Kepalanya saat Sedang Mengemudi, Begini Kronologinya

Ilustrasi penembakan. - JIBI
10 Juli 2018 15:20 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Penembakan misterius terjadi di Jalan TB. Simatupanng, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (9/7/2018) malam.

Seorang sopir truk bernama Marthen Lay Raga Melolo terkena terjangan peluru nyasar di Jakarta. Kepalanya tertembak saat sedang mengemudi. Peristiwa itu berlangsung cepat dan tiba-tiba.

Peluru nyasar itu mengenai kepala bagian kiri korban. Peristiwa itu terjadi setelah korban menjemput rekannya di Jalan Baru, Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Ketika itu, Marthen yang mengendarai mobil Fuso berplat nomor B 9849 U meminta rekannya untuk bergantian membawa mobil yang mengangkut jok bangku bioskop.

Saat sedang melintas di Jalan Tol JORR ke arah Pasar Rebo, rekan korban mendengar suara ledakan kecil yang mengarah ke kursi penumpang yang diduduki Marthen. Tak beberapa lama, saksi pun melihat korban langsung tergeletak dengan mengeluarkan darah di kepala bagian kiri.

Karena tak sadarkan diri, Marthen kemudian dilarikan temannya ke Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan. Namun, saat dilakukan tindakan medis di rumah sakit, nyawa korban tak tertolong.

"Korban tadi malam meninggal pukul 02.00 WIB," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (10/7/2018).

Mayatnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk menjalankan autopsi.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kombes Edi Purnomo saat dikonfirmasi Suara.com, jaringan Harianjogja.com, Selasa (10/7/2018), menjelaskan upaya autopsi terhadap mayat korban dilakukan agar polisi dapat mengetahui penyebab kematian terkait dugaan proyektil peluru yang mengakibatkan Marthen tewas.

"Tujuan autopsi untuk mengetahui sebab kematian dan mekanisme kematian," katanya.

Edi menambahkan, autopsi terhadap mayat juga penting dilakukan agar polisi bisa mengetahui arah peluru dan juga untuk mempermudah pelaksanaan rekonstruksi kasus tersebut.

"Dan mengetahui arah tembakan untuk rekonstruksi kejadian," katanya.

Edi belum bisa menjelaskan jenis proyektil peluru yang bersarang di kepala kiri korban. Namun, dia memastikan korban hanya mengalami luka-luka di bagian kepala.

"Saya belum dapat laporan [resmi]. Tapi tidak ada luka-luka lain selain di kepala korban," tandas Edi.

Sumber : suara.com