Kecelakaan Boyolali, Ini Kronologi Xenia Terguling

Mobil Daihatsu Xenia H 9169 JW ringsek setelah terlibat kecelakaan di jalan Solo-Semarang di Desa Batan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Kamis (12/11/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. - JIBI/Solopos/Akhmad Ludiyanto
12 April 2018 21:00 WIB Akhmad Ludiyanto News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI—Sedikitnya tiga mobil terlibat kecelakaan di Jalan Solo-Semarang, di Desa Batan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (12/4/2018).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun tiga kendaraan mengalami kerusakan. Ketiga mobil tersebut adalah Daihatsu Xenia berpelat nomor H 9169 JW, Daihatsu Gran Max pikap berpelat nomor H 1860 WB, serta truk berpelat nomor B 9623 TDB.

Jaringan Informasi Bisnis Indonesia mencatat, ketiga kendaraan tersebut sedang melaju ke arah Solo atau ke arah timur. Di lokasi kejadian, Mobil Xenia yang dikemudikan Fifi Andriana, 26, warga Sudimoro, Kecamatan Teras, Boyolali, melaju di lajur kanan, sedangkan truk yang dikemudikan Bagas Prabowo, warga Klaten, berada di lajur kiri dengan posisi lebih sedikit berada di depan Xenia.

Di belakang kedua kendaraan tersebut melaju Gran Max yang dikemudikan Joko Lelono, warga Salatiga. Diduga pikap yang mengangkut usus ayam itu akan mendahului truk. Saat sudah berada di belakang truk dan akan beralih ke lajur kanan, pikap menabrak sisi kiri badan Xenia. Saat itu pikap mulai oleng dan menabrak sisi kanan truk hingga pikap meluncur tak terkendali dan menabrak median jalan.

Mobil Xenia yang berisi enam penumpang itu terguling hingga beberapa kali. Sementara truk yang mengalami pecah ban akibat tertabrak pikap berhasil menepi ke sisi utara. Akibat kecelakaan itu, mobil GranMax dan Xenia rusak parah sedangkan truk mengalami kerusakan sedikit di bagian belakang.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun Joko mengalami luka di bagian mulut sedangkan beberapa penumpang Xenia mengalami luka lecet. Selanjutnya, para korban dilarikan ke Klinik Pratama Rawat Inap Milla Husada, Pengging, Banyudono.

Saat ditanya mengenai kronologis, Joko enggan memberikan keterangan. Sementara Ramilah, 58, salah satu penumpang Xenia mengaku mobilnya tertabrak terlebih dahulu sebelum pikap itu nemabrak truk. “Tiba-tiba mobil kami ditabrak pikap sehingga mobil kami terguling,” ujarnya.

Sejumlah petugas Satlantas Polres Boyolali yang datang ke lokasi langsung menangani arus lalu lintas dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sehari sebelumnya, sebuah truk kontainer pengangkut minuman dalam kemasan juga terguling di dekat lokasi yang sama dan pada jam yang hampir sama. Truk tersebut mengalami rem blong sehingga sang sopir berusaha menghentikan truk secara paksa dengan memepetkan ke pembatas jalan di sisi kiri jalan hingga terguling ke sawah.

Sumber : Solopos