Selat Hormuz Memanas, Kapal Tanker Kembali Dilaporkan Meledak

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 13:07 WIB
Selat Hormuz Memanas, Kapal Tanker Kembali Dilaporkan Meledak

Sejumlah kapal niaga milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. Menyusul pengumuman Teheran bahwa selat tersebut akan tetap ditutup di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran, ketidakpastian mengenai lalu lintas kapal masih berlanjut di salah satu titik transit energi dan perdagangan paling krusial di dunia./Antara-Fatemeh Bahrami- Anadolu Agency

Harianjogja.com, TEHERAN—Ledakan kembali terjadi pada sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz pada Sabtu (3/10/2026). Media Iran melaporkan insiden tersebut menjadi kejadian kedua yang melibatkan kapal tanker di kawasan itu dalam satu hari.

Laporan mengenai ledakan tersebut disampaikan media Iran dengan mengacu pada informasi mengenai aktivitas kapal di Selat Hormuz. Kantor berita Tasnim menyebut kapal tanker yang mengalami ledakan mematikan sistem pelacak ketika memasuki selat.

Setelah sistem pelacak dimatikan, ledakan kemudian terjadi di atas kapal. Tasnim juga melaporkan kapal tersebut melanggar aturan pelayaran yang berlaku di Selat Hormuz.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi hanya dalam rentang waktu yang sama dengan insiden lain yang melibatkan kapal tanker minyak di kawasan sekitar Selat Hormuz.

Sebelumnya pada hari yang sama, kapal tanker minyak lainnya dilaporkan terkena "proyektil tak dikenal" di lepas pantai Oman. Informasi tersebut juga diberitakan Tasnim dengan mengutip Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UKMTO.

Dengan demikian, dalam laporan yang disampaikan media Iran tersebut terdapat dua insiden yang melibatkan kapal tanker minyak pada Sabtu. Insiden pertama dilaporkan terjadi di lepas pantai Oman, sementara insiden berikutnya terjadi pada kapal tanker yang memasuki Selat Hormuz.

Kapal Matikan Sistem Pelacak

Salah satu informasi yang menjadi sorotan dalam laporan mengenai insiden kedua adalah kondisi sistem pelacak kapal tanker tersebut.

Tasnim menyebut kapal mematikan sistem pelacaknya saat memasuki Selat Hormuz. Setelah sistem pelacak dimatikan, ledakan dilaporkan terjadi di atas kapal.

Laporan tersebut juga menyebut kapal melanggar aturan pelayaran yang berlaku di selat tersebut.

Namun, informasi yang tersedia dalam laporan itu tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk pelanggaran aturan pelayaran yang dimaksud. Demikian pula, laporan tersebut tidak memberikan rincian mengenai penyebab ledakan ataupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Tasnim hanya menyampaikan bahwa kapal menjadi kapal tanker kedua yang mengalami ledakan di Selat Hormuz pada Sabtu.

Keterangan tersebut penting dalam melihat urutan kejadian yang dilaporkan pada hari itu. Sebab, sebelum insiden kedua, sudah ada laporan mengenai kapal tanker lain yang terkena "proyektil tak dikenal" di lepas pantai Oman.

Insiden Kedua dalam Sehari

Laporan mengenai dua insiden kapal tanker dalam satu hari menjadi bagian penting dari perkembangan situasi di sekitar Selat Hormuz.

Pada insiden pertama, Tasnim mengutip UKMTO yang melaporkan sebuah kapal tanker minyak terkena "proyektil tak dikenal" di lepas pantai Oman.

Belum ada keterangan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia mengenai identitas kapal tersebut maupun asal proyektil yang mengenai kapal. Tasnim menyampaikan informasi tersebut berdasarkan laporan UKMTO.

Kemudian, pada insiden kedua, sebuah kapal tanker minyak dilaporkan mengalami ledakan setelah memasuki Selat Hormuz.

Kapal dalam insiden kedua disebut mematikan sistem pelacaknya saat memasuki selat. Setelah itu, terjadi ledakan di atas kapal.

Tasnim juga menyebut kapal tersebut melanggar aturan pelayaran yang berlaku di kawasan tersebut.

Rangkaian informasi itu menunjukkan bahwa laporan mengenai insiden kapal tanker pada Sabtu tidak hanya berkaitan dengan satu kejadian. Ada dua kapal tanker yang disebut mengalami insiden dalam waktu yang sama, meskipun karakter peristiwa yang dilaporkan berbeda.

Kapal pertama disebut terkena "proyektil tak dikenal" di lepas pantai Oman. Sementara kapal kedua dilaporkan mengalami ledakan setelah mematikan sistem pelacak ketika memasuki Selat Hormuz.

Selat Hormuz dalam Laporan Insiden

Selat Hormuz menjadi lokasi penting dalam laporan tersebut karena kapal tanker yang mengalami insiden kedua dilaporkan berada di kawasan selat.

Dalam naskah laporan, tidak terdapat keterangan mengenai kerusakan yang dialami kapal akibat ledakan. Tidak terdapat pula informasi mengenai korban dalam insiden tersebut.

Laporan juga belum menjelaskan secara rinci bagaimana ledakan terjadi setelah kapal mematikan sistem pelacaknya.

Karena itu, informasi mengenai kronologi yang tersedia masih terbatas pada urutan kejadian yang dilaporkan media Iran. Kapal memasuki Selat Hormuz, sistem pelacak dimatikan, kemudian ledakan terjadi di atas kapal.

Tasnim menyatakan kapal tersebut melanggar aturan pelayaran yang berlaku di selat.

Di sisi lain, insiden kapal tanker sebelumnya dilaporkan melalui informasi UKMTO yang dikutip Tasnim. Kapal tanker tersebut disebut terkena "proyektil tak dikenal" di lepas pantai Oman.

Tidak ada keterangan dalam informasi sumber yang menghubungkan kedua kejadian tersebut secara langsung. Karena itu, kedua insiden tersebut perlu dilihat sebagai dua laporan mengenai kapal tanker yang mengalami kejadian berbeda pada hari yang sama.

Dua Insiden, Informasi Masih Terbatas

Informasi awal mengenai insiden di kawasan Selat Hormuz tersebut masih terbatas. Laporan yang tersedia lebih banyak menjelaskan kronologi dasar daripada penyebab ataupun dampak lengkap dari peristiwa.

Untuk insiden kedua, informasi yang disampaikan adalah mengenai sistem pelacak kapal dan terjadinya ledakan. Sementara untuk insiden pertama, informasi yang tersedia menyebut adanya "proyektil tak dikenal" yang mengenai kapal tanker di lepas pantai Oman.

Identitas pihak yang menembakkan proyektil tersebut tidak disebutkan dalam laporan yang tersedia. Demikian pula, tidak ada keterangan mengenai jenis proyektil yang dimaksud.

Dalam situasi seperti ini, keterangan dari pihak yang menjadi sumber informasi menjadi penting. Tasnim mengutip UKMTO dalam laporan mengenai kapal tanker pertama, sedangkan informasi mengenai kapal tanker kedua juga disampaikan melalui laporan Tasnim.

Dengan demikian, laporan awal tersebut belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab kedua insiden.

Khusus untuk kapal tanker kedua, penyebutan bahwa kapal mematikan sistem pelacak dan disebut melanggar aturan pelayaran merupakan bagian dari informasi yang disampaikan Tasnim. Belum ada keterangan tambahan dalam naskah sumber mengenai jenis aturan yang dilanggar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online