Saudi dan Qatar Dapat Tambahan Rudal Patriot AS, Antisipasi Serangan Iran

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 11:27 WIB
Saudi dan Qatar Dapat Tambahan Rudal Patriot AS, Antisipasi Serangan Iran

Rudal Iran- Photo by Moslem Daneshzadeh on Unsplash via MUI.or.id\r\n\r\n

Harianjogja.com, ISTANBUL-- Amerika Serikat (AS) mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Arab Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi penting di kedua negara. Pengerahan sistem pertahanan udara tersebut dilakukan di tengah persiapan menghadapi kemungkinan dimulainya kembali operasi militer AS terhadap Iran.

Seperti dilaporkan situs berita Axios, Kamis (1/10/2026), yang mengutip dua pejabat AS dan seorang sumber regional, satu baterai Patriot dikirim ke Arab Saudi pada bulan lalu. Sistem tersebut ditujukan untuk melindungi fasilitas minyak utama negara itu.

Sementara satu baterai lainnya dikerahkan ke Qatar untuk mengamankan fasilitas gas alam.

Lindungi Fasilitas Minyak dan Gas

Pengerahan tambahan tersebut sekaligus menjadi upaya AS untuk meyakinkan Arab Saudi dan Qatar bahwa Washington akan melindungi infrastruktur energi penting mereka apabila Presiden AS Donald Trump kembali melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran.

Pada Kamis (1/10), Trump mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan serangan udara terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.

"Sekarang saya harus mengambil keputusan, apakah Iran menandatangani perjanjian itu atau perjanjian itu tidak akan ada lagi," kata Trump.

Menurut laporan Axios, seperti dikutip Sputnik pada Jumat, para pemimpin Arab Saudi dan Qatar sebelumnya telah mendesak Trump agar tidak melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.

Desakan tersebut disampaikan pada awal Agustus lalu, termasuk permintaan agar AS tidak menyerang infrastruktur energi Iran. Arab Saudi dan Qatar khawatir serangan terhadap fasilitas energi Iran akan memicu pembalasan terhadap fasilitas minyak dan gas di wilayah mereka.

Para pejabat AS mengatakan kekhawatiran tersebut menjadi salah satu faktor kunci dalam keputusan Washington untuk memilih menerapkan tekanan ekonomi sebagai gantinya.

Saudi Disebut Harus Beri Izin

Dalam laporan tersebut, AS disebut membutuhkan izin dari Arab Saudi untuk menggunakan wilayah udara kerajaan tersebut jika ingin kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran.

Namun, Arab Saudi kemungkinan besar tidak akan memberikan izin tersebut tanpa adanya jaminan bahwa fasilitas minyaknya mendapat perlindungan.

Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menolak memberikan komentar mengenai hal tersebut.

Pengerahan baterai Patriot menjadi bagian dari langkah AS memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan Axios, AS juga mengirimkan kapal perang, jet tempur, dan pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Kapal Induk AS Menuju Timur Tengah

Seorang pejabat AS mengatakan kapal induk USS Theodore Roosevelt beserta kelompok tempurnya telah berangkat dari San Diego pada Minggu (27/9). Kapal tersebut diperkirakan tiba di kawasan Timur Tengah sekitar pertengahan November.

Para pejabat AS hingga kini belum memutuskan apakah kapal induk tersebut akan menggantikan penugasan sebelumnya atau justru menambah kehadiran militer AS menjadi tiga kelompok kapal induk serang.

Selain kapal induk, Kelompok Kesiapan Amfibi Makin Island juga dilaporkan bergerak menuju kawasan tersebut.

Kelompok itu membawa ribuan personel Korps Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13. Makin Island dilaporkan berangkat pada Senin (28/9) dan diprediksi tiba di kawasan Timur Tengah pada akhir November.

Pengerahan baterai Patriot, kapal perang, jet tempur, serta tambahan pasukan tersebut menunjukkan meningkatnya persiapan militer AS di kawasan Timur Tengah di tengah kemungkinan kembali berlangsungnya operasi terhadap Iran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online