Advertisement
Aktivitas Gunung Semeru Siaga, Erupsi dan Gempa Dominan
Gunung Semeru. Antara
Advertisement
Harianjogja.com, LUMAJANG—Aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan dengan dominasi gempa erupsi pada Kamis pagi. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu masih berstatus Siaga (Level III), sehingga masyarakat diminta menjauhi zona rawan bencana.
Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB mencatat 15 kali gempa letusan/erupsi. Data tersebut disampaikan petugas, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.
Advertisement
“Pengamatan kegempaan pada Kamis pukul 00.00-06.00 WIB tercatat sebanyak 15 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm, dan lama gempa 77-123 detik,” kata Liswanto.
Pada periode yang sama, aktivitas kegempaan lainnya juga terpantau, yakni satu kali gempa guguran dengan amplitudo 7 mm dan durasi 65 detik. Selain itu, tercatat lima kali gempa embusan dengan amplitudo 4–6 mm dan durasi 35–49 detik.
Dari sisi visual, kondisi puncak gunung tidak terpantau jelas karena tertutup kabut dengan tingkat 0–III. Asap kawah tidak terlihat, sementara cuaca di sekitar gunung cenderung berawan hingga mendung dengan angin lemah mengarah ke selatan dan barat daya.
Gunung Semeru juga tercatat mengalami tiga kali erupsi pada hari yang sama. Erupsi pertama terjadi pukul 00.28 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 600 meter di atas puncak. Sementara erupsi berikutnya pada pukul 01.14 WIB dan 07.30 WIB tidak teramati secara visual akibat tertutup kabut.
Liswanto menjelaskan, saat ini status aktivitas vulkanik Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
- Judi Online Bali Dibongkar, Mahasiswi Terlibat Jaringan Kamboja
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 April 2026, Lengkap Palur-Tugu
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Istri dan Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Jadi Tersangka TPPU
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Prabowo: MBG dan Koperasi Desa Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi
- Hasil TKA 2026 Diumumkan 24 Mei, Orang Tua Wajib Tahu Ini!
- Angin Puting Beliung Terjang Sleman, Puluhan Rumah Rusak
Advertisement
Advertisement









